Makhluk Kecil Menggemparkan Dunia

Baru-baru ini, dunia sedang digegerkan dengan kemunculan dan persebaran Virus Corona. Hampir pemerintah di tiap daerah mengimbau masyarakatnya untuk tetap di rumah dan menjaga jarak (social distancing) dengan sesama. Bahkan sebagian negara sudah melakukan sistem lockdown demi menghambat penyebaran virus. Lalu, apakah Virus Corona tersebut?

COVID-19 merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona. Terdapat pula dua penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus yang sama, yaitu SARS dan MERS. Berikut penjelasannya:

SARS, Penyakit ini pertama kali muncul di Guangdong, China, pada tahun 2002. Virus ini diduga ditularkan oleh musang ke manusia. Tingkat kematiannya mencapai 10%.

MERS, Penyakit ini pertama muncul di Arab Saudi pada tahun 2012, dan ditularkan oleh Unta. Tingkat kematiannya mencapai 37%.

COVID-19, penyakit yang baru muncul sekitar awal tahun 2020 ini yang sampai sekarang tetap menyebar luas, diduga ditularkan oleh kelelawar, awal penyakit ini muncul di daerah Wuhan, China.

WHO (World Health Organization) secara resmi menyatakan bahwa COVID-19 sebagai Pandemi. Lalu, apa itu Pandemi?

Ada beberapa istilah penyebaran suatu penyakit dalam dunia kesehatan:

  1. Epidemi, Peningkatan tiba-tiba angka kasus penyakit lebih dari biasanya dalam waktu yang singkat.
  2. Endemi, Keadaan dimana frekuensi suatu penyakit menetap pada wilayah tertentu
  3. Pandemi, Keadaan dimana suatu penyakit memiliki frekuensi penyebaran meningkat drastis dalam waktu singkat, lingkup penyebarannya sangat luas, dan mencapai seluruh dunia
  4. Outbreak / Kejadian Luar Biasa (KLB), Peningkatan kejadian suatu penyakit yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak pada suatu komunitas dibatasi tempat dan periode waktu tertentu.

Selain dari makna diatas, virus yang sangat meluas ini dikatakan Pandemi dengan alasan penyebarannya hingga sampai wilayah yang jauh dari pusat wabah, yaitu Wuhan, China.

Dilansir dari Pusat Informasi COVID-19 (powered by Kemkominfo RI) pertanggal 22 Maret 2020, total kasus positif COVID-19 sebanyak 514 jiwa. Total kasus sembuh (positif COVID-19) sebanyak 29 jiwa. Dan total kasus kematian mencapai 48 jiwa.

Dari data yang didapatkan, frekuensi kasus positif COVID-19 masih terus bertambah sampai saat ini. Oleh sebab itu, marilah kita menjaga kebersihan, dan tetap berada dalam rumah masing-masing agar terhindar dari penularan COVID-19. Patuhi aturan pemerintah untuk tetap berjaga di dalam rumah, dan sayangi orang terdekat anda, jangan sampai mereka tertular bahaya COVID-19.