Demotivated

Wah suudah mau masuk semester baru, apa teman-teman semua merasa excited menghadapinya atau malah kehilangan semangat?

Ternyata tidak sedikit nih  kita yang tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal yang disukai. Kita juga merasa seolah-olah hilang arah dan lepas antusias dari kebiasaan kita serta tidak mendapat kesenangan  dari berbagai hal.  Apalagi di masa pandemi seperti ini, makin banyak faktor yang membuat kita merasa demikian.

Perasaan  seperti itu berati kita sedang mengalami demotivasi. Demotivasi itu sendiri   adalah sebuah kata sifat yang bermakna merasa kurang tertarik dan antusias terhadap pekerjaan. Dan demotivasi ini nggak bisa dianggap remeh teman, kalau diabaikan  dampaknya  bisa berkepanjangan.

Untuk itulah kita harus tahu dulu tanda-tanda demotivasi seperti apa,  barulah kita tahu bagaimana penanganannya. Berikut ini tanda jika kita mengalam demotivasi:

 

  • Bekerja tanpa tujuan

Alasan terbesar mengapa seseorang merasa kehilangan motivasi adalah karena mereka menjalani hidup  Tanpa Tujuan atau niat.  bekerja tanpa arah  bukan karena keinginan.

Demotivasi yang seperti ini dengan mudah diperbaiki, yang harus lakukan adalah menetapkan tujuan yang spesifik rencana hidup yang kita sukai,  agar kita akan merasa termotivasi kembali dalam semua aspek kehidupan yang jalani.

 

  • Kurangnya motivasi yang berasal dari ketakutan

Ketika kita takut akan progres, kita menolak untuk bergerak maju, terjebak pada titik tertentu  hidup kita yang membuat kita hanya mencapai hal-hal biasa. Hal ini bisa bermanifestasi menjadi ketidakpuasan dan demotivasi.

Hal yang harus dilakukan adalah mencatat fakta bahwa menunda kemajuan karena kita takut akan hasil tertentu bukanlah hal benar. Selanjutnya, penting untuk kita bertanya pada diri sendiri apa yang kita takutkan dan apakah rasa takut itu seharusnya benar-benar menghentikan kita untuk bergerak maju. Pada akhirnya kita harus menghilangkan rasa takut itu sampai kita menghadapinya secara langsung dan menaklukkannya.

 

  • Melakukan sesuatu dengan alasan yang salah

Tubuh kita tahu bagaimana bereaksi dalam situasi tertentu, demotivasi yang membuat kita kecewa mungkin merupakan akibat langsung dari apa yang kita lakukan. Contoh sederhana seperti kita melakukan pekerjaan dengan gaji yang besar tapi itu bukan yang kita inginkan,  alasan kita hanya untuk stabilitas keuangan.  Hal ini perlahan-lahan membuat kita lelah dan berdampak pada kehilangan motivasi.

Hal yang harus kita lakukan adalah memiliki dorongan motivasi berkelanjutan memastikan kita melakukan sesuatu untuk alasan yang benar.

 

  • Take on too much and overwhelmed

Sangat bagus untuk menjadi ambisius, namun ketika mengambil terlalu banyak akan menjadi cepat lelah. Ketika kita terlalu kualahan dengan banyak proyek yang kita jalani, kita cenderung tidak ingin melakukannya. Jika kita tertinggal, kita akan kehilangan motivasi dan akhirnya tidak menikmati tugas yang seharusnya kita selesaikan dan kehilangan minat untuk menyelesaikannya.

Kunci agar tetap termotivasi dengan apapun yang kita ambil adalah mampu melewati hari tanpa merasa stres dan lewatinya dengan penuh sukacita untuk menjaga tujuan dan motivasi kita tetap utuh.

 

  • Berurusan dengan gejala penyakit mental

Kita mungkin menghadapi depresi berat yang dapat membuat keputusasaan dan kurangnya kesenangan dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini juga membawa konsekuensi yang lebih parah jika tidak ditangani. Penting untuk kita segera memeriksakan diri dokter kesehatan untuk mengurangi dan mempelajari cara mengatasi kondisi tersebut dengan benar.

 

  • Terlibat dalam sabotase diri

Mungkin kita merasa tidak memiliki keterampilan untuk melakukan sesuatu. Mungkin kita berpikir orang lain tidak menganggap diri kita mampu berprestasi dan dengan sengaja menyabotase diri sendiri dan mencegah diri kita untuk maju.

Keluar dari perasaan seperti ini caranya dengan duduk dan tulis daftar pencapaian, keterampilan, dan kekuatan kita. Setelah kita menyadari bahw adiri kita worth it, secara perlahan kita akan berhenti untuk menyabotase diri.

 

  • Terbiasa tidak melakukan apapun

Pada kasus seperti ini, mereka memiliki banyak tugas dan potensi, tetapi memilih untuk tidak melakukannya hanya karena mereka tidak menyukainya. Ketika akhirnya mereka melakukannya mereka bertanya-tanya, mengapa mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan sesuatu dan merasa kehilangan motivasi.

Cara untuk keluar dari zona seperti ini adalah duduk sejenak, berpikir, lakukan harus dilakukan.

 

  • Menekan batas kemampuan

Lawan kata dari overwhelm adalah underwhelm, demotivasi mulai muncul ketika kita memutuskan untuk menyelesaikan lebih sedikit daripada mencoba yang terbaik dari apa yang kita dapat lakukan.

Memilih untuk tidak melakukan dengan baik, berdampak pada kurangnya motivasi kita. Secara sadar memutuskan untuk menerima lebih sedikit dan tetap biasa-biasa saja daripada bergerak maju untuk mencapai lebih banyak hal.

Cara yang tepat mengatasinya adalah ketika kita mulai merasa malas, tetap melakukan yang terbaik dan push your limit.

 

Sekarang kita sudah tahu apa saja yang perlu kamu lakukan untuk mengatasi demotivasi, bukan?  Ingat, demotivasi jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini tidak baik untuk kita lho!

 

Penulis : Hilmah Amalia (Club Writer)