Dopamine Detox

Apakah kamu adalah orang yang suka larut dalam bermain gudget bahkan sampai berjam-jam ? kalo jawabannya iya, kamu gak sendirian. Saya juga mengalami hal yang sama, berlarut-larut dalam menonton stand up comedy, scroll Instagram sampai rebahan dalam waktu yang cukup lama, sampai kalau kita bepergian terus HP kita ketinggalan di rumah kita akan merasa cemas dan bingung mau melakukan apa. Padahal ada hal lain yang lebih bermanfaat dan bisa membuat kita terus berkembang setiap harinya seperti olahraga, membaca buku, mengerjakan tugas matematika dan hal-hal positif lainnya. Kenapa ya kita malah memilih untuk bermain gudget daripada membaca buku pelajaran ? Hal itu karena bermain game atau scroll instagram itu aktivitas yang sangat mudah dan ngasih kita kenikmatan yang instan, berbeda dengan membaca buku yang dampaknya terasa dalam waktu beberapa tahun ke depan dan kenikmatannya tidak kita rasakan langsung. Dua jam menonton vlog Atta Halilintar atau Ria Ricis gak terasa lama, tapi 10 menit saja belajar kita sudah merasakan sakit kepala dan mengantuk. Kita malah menikmati tontonan yang kita klik di youtube sampai lupa waktu, didukung oleh algoritma youtube yang memberikan kenyamanan. Youtube akan merekomendasikan video-video menarik lainnya yang berpotensi untuk kita klik dan kita tonton sampai seterusnya.

Tapi kalau kita liat dari sisi lain, masih banyak kok orang-orang yang rajin belajar, berolahraga, membaca buku, dan aktivitas positif lainnya. Kenapa mereka bisa seproduktif itu? Hal itu akan terjawab dengan satu kata ajaib yaitu dopamin.

Dopamin adalah salah satu senyawa kimia organik berasal dari keluarga katekolamin dan fenetilamina. Dopamin berfungsi sebagai hormon dan neurotransmiter dan mempunyai peran penting di dalam tubuh dan otak. Jadi, dopamin adalah hal yang membuat kita menginginkan sesuatu dan dengan adanya keinginan itu kita akan termotivasi untuk merealisasikan tindakan yang kita inginkan. Otak kita mengutamakan aktivitas atau kegiatan berdasarkan dopamin yang dihasilkan oleh aktivitas atau kegiatan tersebut. Kalau aktivitas yang kita lakukan itu menghasilkan dopamin yang banyak, maka motivasi yang muncul akan banyak, sebaliknya kalau aktivitas yang kita lakukan itu menghasilkan dopamin yang sedikit, maka motivasi yang munculpun akan sedikit. Sedangkan detox ini berfungsi untuk menyeleksi hal-hal apa saja yang seharusnya masuk ke otak dan hal-hal apa saja yang tidak perlu dimasukan kedalam otak agar kita bisa mengontrolnya.

Apa aja ya aktivitas yang menghasilkan dopamin ? Semua aktivitas yang kita lakukan berpotensi menghasilkan kenikmatan itu sebenarnya mempunyai dopamin. Tapi kalau kita tau aktivitas yang kita lakukan tidak memberikan kenikmatan atau imbalan secara langsung dopamin yang dihasilkan akan sedikit. Berolahraga menghasilkan dopamin, bermain dengan teman menghasilkan dopamin, membaca buku menghasilkan dopamin, nonton Atta Halilintar juga menghasilkan dopamin, dapet chat “Hai, Selamat pagi” dari gebetan pun menghasilkan dopamin. Hehe.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal itu adalah dengan melakukan dopamine detox. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar kita tidak terus menerus melakukan aktivitas yang membuang-buang waktu, antara lain :

  1. Jauhi hal yang membuat kita kecanduan, seperti menjauhi diri dari gudget selama beberapa jam, tidak membuka media sosial dan tidak bermian game. Kita juga bisa meminta bantuan kepada teman atau keluarga untuk mengingatkan hal itu.
  2. Melakukan aktivitas yang bertolak belakang dengan apa yang kita inginkan. Kita bisa mencoba hal-hal yang jarang kita lakukan bahkan tidak kita sukai, seperti berolahraga. berolahraga juga memberi kita dopamin tapi jauh lebih sehat dan lebih produktif daripada terus-terusan menonton video di youtube.
  3. Membuat rencana kegiatan setiap hari. Kita bisa membuat to do list setiap hari agar waktu yang kita lakukan tidak mubazir dan kita juga dapat menjalani aktivitas kita dengan terarah dan jelas.

 

Ketika otak kita tahu bahwa ada cara yang mudah untuk keluar dari stres, kita akan terbiasa melakukan hal itu, jadi cara yang paling bisa kita lakukan adalah cari cara yang mudah dan selesaikan masalahnya.

 

Penulis : Lugis Budiman (Club Writer)