Eyes and Brain

Di sudut kepala, malam itu aku melihatnya
Duduk sendiri berteman sepi
Dia tidak bicara, hanya terdiam tanpa kata-kata
Aku ingin tahu apa yang dia rasakan
Aku ingin mengerti tanpa dia harus mengatakan
Namun bungkam masih menjadi jawaban

Aku mendekat
Untuk tahu apa yang dia lihat
Secarik kertas lusuh yang digenggam erat
Masa depan
Tulisan itu kubaca berulang kali
Apakah masa depan sesuatu yang mengkhawatirkan?
Mengapa dia larut sekali dalam kepiluan?
Sungguh aku ingin bertanya, tetapi aku hanya bisa membaca
Tidak kah dia ingin bercerita?

Aku tahu dia menyimpan seribu rahasia
Pemilik tubuh ini, aku mengenalnya
Setiap hari aku menemukan banyak hal
Sayang aku hanya bisa menatap
Tanpa bisa membantu banyak
Beban ini bukan tanggunganku
Dia yang membawa juga memikirkan semuanya

Kini dia beranjak
Dengan bentuk yang kecil, dia terlihat berat
Aku suka mengagumi bentuknya
Terlihat rumit dan juga unik
Dia berhenti untuk menyapaku
Lantas berkata, “mata tidurlah. maka aku juga akan tidur. Fikiran berat akan selalu ada. Bahkan di alam bawah sadar kita.”

Aku tersenyum. Dia benar.
Aku adalah mata, yang meski sudah terpejam namun ketika memiliki rasa gelisah otakku tidak akan tenang.

Otak aku menyayangimu. Maka tidurlah tanpa membawa semua masalah. Hari-hari terus berganti. Dan malam harus menjadi waktu yang tenang untuk melupakan hari siang yang tidak menyenangkan.

 

Penulis : Mutiara Halimah (Club Writer)