Head and Heart

Kebanyakan orang lebih fokus pada sesuatu yang terlihat. Lebih memandang sesuatu dari tingkatannya dan perannya. Besar atau kecil. Tinggi atau rendah.
Sedangkan Hal kecil yang tersembunyi kadang terabaikan. Meskipun tanpa bersuara, ia berguna. Tanpa diakui, ia berarti.

Disanalah tingkat keikhlasan diuji. Apakah masih bisa kamu memberi arti, tanpa meminta untuk diakui?

Setiap orang, pasti memiliki jiwa memimpin. Setidaknya untuk dirinya sendiri. Namun ada juga jiwa kepemimpinan, dimana ada ambisi diri menginginkan menjadi kepala, setidaknya itu jika kita analogikan sebagai bagian tubuh.
Ya, kepala. Sesuatu yang tinggi, berpengaruh, dan memiliki segudang peran penting pemegang kendali. Menjadi kepala bukan hal yang mudah. Segala tanggung jawab diembannya. Ia di elu-elukan Karena disebut sebagai pusat kendali diri. Tanpanya, organ lain tidak bisa bergerak. Tanpa arahannya, organ lain tidak bisa terkendali.

Menjadi kepala setidaknya menjadikan seseorang itu memiliki wibawa yang lebih. Dan dengan perannya menjadikan segala sistem kendali menghormatinya sebagai pemegang kendali dan wewenang.

Namun, jika dianalogikan sebagai tubuh. Ada bagian lain yang tak kalah penting dari segala bagian. Salah satunya jantung. Ia yang memompa darah ke seluruh tubuh, menjadikan segala organ dapat berfungsi dengan baik. Membawa nutrisi dan oksigen serta zat sisa. Tanpanya, darah tidak akan mengalir, organ lain tidak bisa berfungsi bahkan tubuh akan mati. Tak kalah penting bukan?

Namun, ia tak sama seperti kepala. Kepala sesuatu yang terlihat orang lain, menjadi tolak ukur nilai diri seseorang, dan hal penting lainnya yang terlihat. Seseorang mungkin bisa melihat cara kerja kepala dengan melihat ide ide yang dikeluarkan, jalan pikirannya, strategi yang dibuat, dll. Semisal dalam sebuah organisasi, kegagalan dan keberhasilan suatu event, tentu hal yang paling pertama disebut adalah kepala (ketua)nya. Tapi, berbeda dengan jantung, tak peduli bagaimana bentuknya, banyak pula yang tidak tahu rupanya, dan perannya sangat tersembunyi. Tapi ia tetap sangat penting, dan tidak berhenti menjalankan tugasnya meskipun tidak ada yang melihat caranya bekerja.

Dari sinilah kita belajar. Kepala memberikan kita pelajaran, mampukah kita untuk tidak sombong menganggap diri sendiri paling penting daripada yang lain. Dan Tidak sewenang-wenang dalam bertugas.
Dan dari jantung kita belajar, mampukah kita menjalankan tugas dengan baik, meskipun tidak ada yang melihat apa yang kita kerjakan? Ketulusan dan keikhlasan kita diuji disana, ketika lelah mendera menjalankan tugas, sekalipun tidak ada yang melihatnya.

Bahkan, sekecil apapun peran yang kita ambil, saat kita menjalankannya dengan baik, maka itu sangat bermakna. Semisal hal terkecil dari manusia, otot? Penting. Tanpanya, tubuh akan lumpuh. Bahkan lemak sekalipun yang sering dianggap mengganggu, ia memiliki fungsi, yaitu sebagai isolator bagi tubuh dan menjadikan tubuh terasa hangat.

So, sekecil dan se tersembunyi apapun peranmu, itu sangat berarti dalam suatu kelompok. Kita tidak harus menjadi kepala untuk bisa mengambil peran. Kita tidak harus diakui untuk bisa segera berkontribusi. Lakukan yang bisa kita lakukan dengan sebaik baiknya.