Ilmuwan matematika muslim, penyumbang terbesar peradaban modern

Ilmuwan matematika muslim, penyumbang terbesar peradaban modern

Ilmu matematika adalah ilmu yang paling awal di kenal. Sebelum islam datang, matematika telah lebih dulu dikenal oleh bangsa Mesir kuno. Namun dalam prakteknya, bangsa Mesir hanya terfokus pada sisi praktisnya untuk membangun piramida piramida.

Setelah itu, ada bangsa Romawi yang lebih fokus pada sisi teoritis dan kontemplasi filosofisnya. Namun bangsa bangsa tersebut memiliki kerumitan dalam menjelaskan konsep ilmu matematika.

Jauh sebelum Angka nol ditemukan, manusia pada masa itu menggambarkan angka atau bilangan dengan cara yang rumit. Untuk menuliskan angka 202 saja, mereka akan memberikan simbol dan rumus tertentu. Atau memuliakan nya dengan kata kata “Dua ratus dua”.Terkadang mereka mengabaikan angka 0 dan membiarkan tempat nol tetap kosong.

Semuanya menjadi mudah setelah ilmuwan muslim, Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi menemukan dan menjelaskan posisi angka nol dalam proses penjumlahan dan perkalian.

Dr. Ali Abdullah Ad-Difa menjelaskan dalam Nawabigh Ulama’ al-Arab wa Al-muslimin fi Ar-Riyadhiyat. “Umat islam adalah yang menemukan angka 0 dan menggunakannya untuk pertama kalinya tahun 873 M. Sedangkan bangsa india belum mempergunakannya kecuali tahun 879 M.”

Jika tidak ditemukan angka 0, maka para ilmuwan modern tidak akan mungkin bisa menguraikan bnyak persamaan matematika dalam berbagai derajat peringkat. Tanpa angka 0, kita tidak akan mengenal bilangan biner. Maka peradaban manusia tidak akan berhasil membuat komputer dan teknologi. Seperti smartphone kita saat ini.

Pada awalnya, umat islam mengembangkan ilmu-ilmu matematika hanya karena kebutuhan sehari-hari seperti menentukan waktu waktu sholat, menentukan permulaan bulan Ramadhan, mengenali arah kiblat dan pembagian harta pusaka atau ghanimah diantara orang orang yang berhak mendapatkan dan menerimanya segara legal dan adil.

Namun dalam perkembangannya, muncul banyak ilmuwan muslim yang menemukan dan mengurai konsep matematika. Seperti Al khawarizmi yang dikenal sebagai bapak al-jabar, yang memperkenalkan al jabar ke seluruh dunia. Orang-orang eropa mengadopsi nama al-jabar, sampai saat ini pun nama al-jabar dikenal dengan nama Arab nya di seluruh bangsa Eropa. Dalam bahasa Inggris disebut Algebra, dalam bahasa Perancis adalah Algebre.

Diambil dari nama Al-khawarizmi, kini kita mengenai sebuah konsep yang oleh bangsa Eropa dikenal dengan Algoritma atau Algorism. Algoritma inilah cikal bakal kemajuan peradaban modern saat ini.