Memahami istilah “The Plateau of Latent Potential”

“When situation X arises, I will perform response Y.” – James Clear (hal. 147)

Istilah ini dipopulerkan oleh James Clear dalam bukunya Atomic Habits (2018). Sebelum membahas lebih jauh ke sana, saya akan memaparkan arti kata per kata dari istilah ini.

Pertama, Plateau [pla-toh]. Plateau menyatakan suatu keadaan dimana nyaris tidak terjadi perkembangan yang berarti pada periode waktu tertentu. Kedua, Latent [leyt-nt]. Latent menyatakan sesuatu (kemampuan) yang terpendam atau tersembunyi. Ketiga, Potential [puh-ten-shuhl]. Potential menyatakan kemungkinan untuk mewujudkan sesuatu menjadi kenyataan.

Sudah terbayang maksud dari istilah tersebut? Sekilas ketiga kata di atas memiliki makna yang mirip dan saling berkaitan. Tetapi saya tidak berhasil menemukan kalimat yang pas untuk mewakili istilah The Plateau of Latent Potential. Untuk itu, ayo kita coba maknai bersama.

Untuk mencapai sesuatu tidak ada yang instan. Perlu persiapan, latihan, dan lain sebagainya. Dalam prosesnya, harus ada yang namanya suatu kemajuan (progress). Kemajuan ini adalah produk dari kebiasaan-kebiasaan (habits) yang kita lakukan. Tetapi, apa yang kita lakukan seringkali tidak sejalan dengan harapan. Parahnya lagi malah stagnan alias tidak ada kemajuan. Membentuk kebiasaan yang baik itu mudah saja, tetapi yang menjadi masalah untuk banyak orang adalah konsistensi dan kesabaran dalam menjalankannya.

Sumber : James Clear

 

Berdasarkan grafik di atas, sumbu X menyatakan waktu dan sumbu Y menyatakan hasil. Normalnya kita ingin kemajuan yang linear, seperti garis hijau di atas. Semakin lama berusaha, semakin dekat dengan harapan. Nyatanya, kita dihadapkan sejumlah hambatan sebagaimana daerah arsiran pada grafik diatas yang disebut ‘valley of disappointment’. Itulah momen ketika orang-orang terpuruk dan merasa semua usahanya sia-sia. James Clear mengatakan bahwa usaha mereka tidaklah sia-sia, hanya saja tersimpan rapi sampai waktunya tiba. Meskipun nanti hasilnya tidak sesuai ekspektasi, setidak-tidaknya ya tidak akan sampai terperosok ke jurang juga. Yang jelas hasilnya akan lebih baik dibanding hasil yang didapat tanpa berusaha.

Sesuatu yang besar bisa dimulai dari hal-hal kecil. Ketika hal kecil itu dilakukan secara rutin, meski dengan perubahan sekalipun hanya 1% maka itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Ambil contoh sederhana, seperti mengurangi mengonsumsi junk-food atau makanan yang mengandung banyak MSG. Memang nikmat, tetapi bila dikonsumsi terlalu sering maka bisa memicu kanker atau penyakit kronis lainnya. Sebaliknya, jika kita mampu mengontrol dengan baik makanan yang masuk maka kekebalan tubuh pun akan meningkat.

Nah, sudah jelas makna istilah Plateau of Latent Potential? Masih belum juga? Oke, saya coba sederhanakan dengan meminjam kata-kata dari Jerome Polin ya, “Apa yang kelihatan mustahil, jika kita coba kerjakan dengan tekun, bisa menjadi kenyataan.” (Mantappu Jiwa, 2019)

Terakhir, bagi yang ingin mendapatkan e-book Atomic Habits karangan James Clear, silahkan hubungi surel berikut : ared5004@gmail.com. Gratis:)

 

Penulis : Maysun (Club Writer)