Sebenernya boleh gak sih begini?

Kerokan: Bisa sembuhkan masuk angin?

Sebelum masuk ke topik kerokan, apa sih masuk angin itu? Istilah masuk angin sebenarnya gak ada didalam dunia medis lho! Trus selama ini yang kita rasain tuh apa? Pusing, perut kembung, meriang, demam itu sebenernya merupakan gejala-gejala terhadap suatu penyakit tertentu, yang sering disalah artikan sebagai masuk angin lalu memilih kerokan sebagai pengobatannya.

Faktanya adalah kerokan bukan menyembuhkan masuk angin tetapi mengurangi gejala yang timbul, karena minyak yang dipakai dapat memberikan kesan relaksasi pada tubuh, walaupun terasa nikmat setelah kerokan, ada banyak bahaya yang bisa ditimbulkan dari kerokan itu sendiri, diantaranya:

  • Dapat Mengikis permukaan kulit, menyebabkan memar, dan melebarkan pori-pori kulit.

Kerokan dengan koin yang permukaanya tajam bisa menyebabkan luka dikulit penderita yang dikerok badannya tersebut.

  • Dapat Menularkan Penyakit

Alat kerik yang dipakai secara bersamaan dan tidak dalam keadaan bersih dapat meningkatkan resiko tertularnya penyakit.

Jadi, kerokan tidak bisa menyembuhkan penyakit namun dapat mengurangi gejalanya, tetapi tetap berhati-hati ya, bila sakitnya berlanjut sebaiknya berkonsultsi dengan dokter.

 

Tidur: Bagusnya dalam keadaan gelap?

“Kayaknya bakal sama aja deh tidur lampu nyala atau tidur lampu dimatiin”

“Gak deh, aku takut gelap”

Yuk kita kulik faktanya.

Tidur dalam keadaan lampu mati atau gelap sangat bagus loh untuk Kesehatan karena saat kita tidur ada hormon yang bekerja untuk melakukan pembakaran kalori yaitu hormon melatonin yang produksinya sangat dipengaruhi pada cahaya lingkungan  dan optimal pada keadaan gelap.

Tidur di ruangan dengan keadaan gelap memberikan sinyal pada tubuh yang menunjukkan bahwa ini adalah waktu tidur sehingga akan didapatkan tidur yang berkualitas. Mata dan tubuh aktif merespon cahaya mulai dari pagi hingga sore, oleh karena itu kondisi gelap saat malam membuat mata dan tubuh dapat beristirahat secara optimal untuk menyambut hari esok yang lebih baik.

 

Makanan Jatuh: Gak apa-apa kan belum 5 menit!

”Prakk” yah makanan ku jatuh, udahlah gapapa telen aja belum 5 menit. Eitss jangan salah, makanan yang sudah jatuh jangan dimakan lagi ya temen-temen.

Fakta sebenarnya adalah lantai yang terlihat bersih belum sepenuhnya bersih, ada ribuan bahkan jutaan makhluk mikroskopik yang berada dilantai, butuh waktu kurang dari 5 detik bagi mikroba menempel pada makanan jatuh, kalau saja lantai yang terlihat bersih ternyata banyak mikrobanya bagaimana jika makanan jatuh ke jalanan beraspal atau bahkan tanah? Ngeri banget yaaa…

Tapi tenang dulu, kalau masih memungkinkan makanannya bisa dicuci atau dikupas seperti buah-buahan kalian masih bisa memakannya kok, enjoy!

 

Ngemil? Gak deh, takut gemuk.

Kalian sering denger gak ada yang sering bilang “gak mau ngemil ah, gak sehat takut gemuk juga” atau ”Jangan terlalu banyak ngemil ya, nanti tubuh kamu bisa gemuk”. Kita cari tahu yuk! sebenernya ngemil itu apasih? Trus penyebab gemuk apa selalu karena ngemil?

Ngemil itu artinya memakan makanan kecil sebagai selingan makanan berat dan penyebab gemuk adalah kelebihan kalori dari apa yang kita makan berpatokan pada BMR (Basal Metabolic Rate) tubuh masing-masing. “Oh iya berarti ada hubungannya dong antara ngemil dan bikin gemuk? Kan ngemil itu makan, gemuk disebabkan karena banyak makan.” Eitss gak gitu yaa..

Jadi, gak selamanya cemilan yang kita makan menjadi penyebab tubuh kita gemuk, karena fakta sebenarnya adalah kita harus melihat dulu makanan apa yang kita makan sebagai cemilan dan menghitung berapa kalori yang masuk ke tubuh kita berdasarkan BMR tubuh masing-masing. Kalau yang kita makan cemilan sehat rendah kalori, tinggi protein, dan kaya serat malah justru dapat membantu menurunkan berat badan, karena lambung sudah terisi maka kita akan merasa lebih kenyang saat makan makanan berat selanjutnya sehingga tidak ada kalori lebih yang masuk ke tubuh secara berlebihan yang menyebabkan tubuh gemuk. Jadi, bijak ya dalam memilih cemilan.

 

Penulis : Fany Andisa