Sleep Paralysis

Hai haiii,

Siapa di sini yang pernah terbangun dari tidur dengan keadaan tubuh yang tidak bisa digerakkan? Kemudian sering kali juga ketika kita terbangun, kita melihat sosok aneh di sekitar kita? eitsss, tenaang…

Fenomena tersebut wajar terjadi dan itu disebut juga sebagai,

“Sleep Paralysis”

atau kalau orang Indonesia bilang biasa disebut tindihan.

Menurut The American Sleep Disorder Association (1990), Sleep Paralysis adalah keadaan transisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara untuk bereaksi, bergerak atau berbicara ketika tertidur (hypnagogic) atau saat bangun dari tidur (hypnopompic). Sleep Paralysis ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk menggerakkan otot saat tidur.

Menurut penelitian, “20 – 45% dari kita setidaknya pernah mengalami Sleep Paralysis sekali dalam hidup kita”.

Nah, pada fenomena ini sering dianggap sebagai fenomena mistis. Padahal Sleep Paralysis sebenarnya terjadi karena mekanisme otak dan tubuh sedang tumpang tindih dan tidak berjalan selaras saat kita tertidur, sehingga bisa menyebabkan kita terbangun di tengah-tengah fase REM. Fase REM ini adalah fase ketika kita sedang asik bermimpi, pada fase ini juga otak kita sedang mengistirahatkan otot-otot tubuh kita. Jadi, ketika kita terbangun tiba-tiba sebelum fase REM selesai, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dalam kondisi setengah tidur dan setengah sadar. Itulah sebabnya kita akan mengalami ‘kelumpuhan’ sementara.

Misalnya, gara-gara tukang nasi goreng langganan yang malam-malam berisik teriak-teriak pelanggan sehingga kita terbangun. Akibatnya terjadi Sleep Paralysis, di mana kita terbangun sadar, tetapi kita tidak bisa bergerak sama sekali. Belum lagi dibayang-bayangi oleh halusinasi yang tidak jelas yang sebetulnya hasil halusinasi dari mimpi kita sendiri.

Tidak hanya orang Indonesia saja lho yang mengalami fenomena tersebut, Sleep Paralysis itu sendiri sudah dikenal luas dalam sejarah peradaban seluruh dunia. Contohnya, seperti dalam legenda masyarakat Scandinafia yang menganggap Sleep Paralysis perbuatan sebuah makhluk cilik yang bernama Mare.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami Sleep Paralysis :

  • Kurang tidur
  • Gangguan mental

Nah, kemudian ada juga gejala dari Sleep Paralysis :

  • Sulit bernapas karena dada terasa sesak
  • Berhalusinasi seolah-olah seperti ada sesuatu di dekatnya
  • Merasa ketakutan

Menurut jurnal Gilliam (2008), keadaan Sleep Paralysis ini bisa terjadi selama beberapa menit hingga dua puluh menit. Setelah itu, kita akan bisa kembali bergerak dan berbicara seperti biasa, walaupun mungkin masih tersisa sedikit rasa tidak nyaman untuk kembali tidur.

Jadi, kalau kamu sering mengalami Sleep Paralysis berusahalah untuk tetap tenang, jangan panik, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan sebanyak beberapa kali dan pastinya jangan lupa membaca do’a terlebih dahulu sebelum tidur yaaaa!

_____________

Selesai sampai sini, terima kasih teman-teman yang sudah membaca!! ^^

 

Penulis : Alfina Nur Safitri (Club Writer)