Soft Skill dari Organisasi

Bisa memiliki pekerjaan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan dan juga yang sesuai dengan bakat yang kita miliki tentu menjadi impian bagi hampir semua orang. Bahkan faktanya, mayoritas orang menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya dapat dilihat pada saat ia masih di bangku perkuliahannya. Tapi sayangnya, kita tidak dapat mengesampingkan suatu fakta menarik bahwa dengan menjadi seorang sarjana ternyata sangat berbeda artinya dengan memiliki sebuah jaminan khusus bahwa akan bisa bekerja sesuai pada bidang yang kita impikan. Hal inilah yang seringkali salah diartikan oleh banyak sekali para pencari kerja yang baru saja lulus dan memiliki gelar sarjana. Dunia perkuliahan dan dunia pekerjaan sudah pasti merupakan dua dunia yang sangat berbeda namun bukan berarti kedua hal tersebut tidak saling memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Faktanya menempuh dunia perkuliahan memang bukan jaminan agar kita dapat bekerja sesuai dengan bidang yang kita inginkan, namun dunia perkuliahan adalah tempat untuk “membekali” dan “mempersiapkan” kita sebelum akhirnya akan masuk ke dalam dunia kerja. Dunia perkuliahan bukan hanya tempat untuk membekali ilmu yang akan kita gunakan untuk dunia kerja, namun juga melatih soft skill setiap mahasiswa dan mahasiswinya. Soft skill adalah kemampuan yang cukup sulit untuk diukur dan sifatnya subjektif, contoh Soft skill yang biasanya sangat penting untuk kita miliki adalah kemampuan komunikasi, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan banyak Soft skill penting lainnya. Setiap tenaga pengajar yang ada di universitas pastinya telah memahami bahwa soft skill akan amat sangat dibutuhkan di dunia kerja, dan maka dari itu, setiap tenaga pengajar yang ada di universitas pasti akan berusaha untuk memaksimalkan usaha mereka dalam mengembangkan berbagai soft skill yang dibutuhkan bagi mahasiswa dan mahasiswinya.

Lalu, jika soft skill sangat dibutuhkan di dalam dunia kerja, bagaimana cara kita agar bisa melatih soft skill kita pada masa perkuliahan kita? Dari sekian banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melatih soft skill, ada salah satu cara yang paling efektif yaitu dengan mengikuti berbagai organisasi yang ada di universitas. Tentunya hal ini bukan berarti bahwa kita harus lebih mementingkan kegiatan organisasi dari pada nilai kita pada masa perkuliahan, karena tidak dapat dipungkiri juga bahwa “Angka” merupakan salah satu syarat utama yang banyak dijadikan patokan dalam berbagai pekerjaan, namun masalahnya adalah bagaimana cara agar setiap mahasiswa dan mahasiswi bisa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melatih soft skill mereka pada masa muda melalui organisasi yang ada di universitas, sehingga dapat membawa dampak baik dengan terasahnya soft skill yang sangat penting untuk memasuki dan bertahan di dunia kerja. Melatih soft skill sudah pasti tidak bisa langsung memberikan dampak atau perubahan yang instan pada diri kita, namun jika hal seperti ini dilatih secara terus menerus pasti akan bisa memberikan hasil yang maksimal untuk diri kita. Meningkatkan soft skill sendiri juga berdampak pada pengembangan karakter menuju kearah yang lebih baik. Karakter inilah yang dilihat oleh para perusahaan dalam memilih pekerjanya dari sekian banyak pelamar kerja yang ada. Kemampuan untuk memimpin dalam organisasi, berkolaborasi dengan orang lain, menyampaikan pendapat di khalayak umum, memiliki cara komunikasi yang baik dan juga memiliki kreativitas yang tinggi dapat menjadi daya tarik tersendiri pada dunia kerja dan semua itu dapat dilatih dari mengikuti organisasi.

 

Ditulis oleh : Fasya D.