Teknologi dan peradaban,  Perbanding lurus atau terbalik?

Berbicara tentang teknologi, memang tidak ada habisnya. Rasanya, tiap hari ada saja sesuatu yang baru yang memudahkan manusia. Mulai dari transaksi uang fisik, harus ke Bank dan antri di taller, kini transaksi cukup menggunakan mobile banking. Dahulu membeli sesuatu menggunakan uang cash, berubah menjadi cashless dan sekarang menjadi cardless. Dari yang membutuhkan disket, dan sekarang hanya butuh online storage saja. Semua menjadi serba mudah.

Kecanggihan teknologi diatas, tidak lepas dari aspek yang diusung dalam revolusi industri. Revolusi Industri adalah perkembangan secara besar-besaran pada aspek kehidupan manusia. Dimana, ada perubahan dalam usaha produksi dari tenaga manusia, beralih menggunakan mesin.

Revolusi Industri sendiri, terjadi pertama kali pada tahun 1784, ketika ditemukan nya mesin uap. Yang kemudian menggantikan secara luas tenaga manusia ataupun hewan di berbagai pabrik pertambangan atau trasportasi.

Revolusi kedua terjadi pada tahun 1870, ketika tenaga listrik mulai digunakan secara masif untuk membagi pekerjaan manufaktur dalam ban berjalan.

Revolusi yang ketiga, terjadi pada tahun 1969, setelah semi konduktor membuat perlengkapan elektronik menjadi murah. Dan kini, revolusi Industri ke 4 atau RI. 4.0 adalah era yang kini kita rasakan. Era ini ditandai dengan 3 teknologi kunci yaitu Internet of things (IoT), Big data, dan artificial intelligence (AI).

IoT adalah dimana semua akan serba terhubung ke internet. Dan akan memunculkan barang barang elektronik dalam kehidupan. Sementara, big data akan mengumpulkan informasi dari berbagai perangkat IoT dan menggabungkannya dengan informasi dari media sosial maupun internet, kemudian akan jadi seperti online storage. Sedangkan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence akan memunculkan mobil tanpa supirsupir, drone yang bisa mandiri mencari sasaran, serta robot yang sangat mirip dengan manusia bahkan lebih cerdas. Seperti yang terjadi belakang ini, ada AI yang bernama kim ju ha. Ia baru saja menjadi pembawa berita bertenaga AI yang pertama di Korea Selatan pada November lalu.

Lalu, apa jadinya ya jika teknologi menggeser jutaan pekerjaan manusia?

Perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi memang sesuatu yang tidak bisa dihindari. Hanya saja, ibarat pisau bermata dua, revolusi sebagai hasil dari kemajuan teknologi ini memang bisa menjadi jalan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai bidang. Namun, bisa juga menjadi alat yang menghancurkan peradaban manusia. Tidak bisa dipungkiri, banyak pula dampak negatif jika semua pekerjaan manusia, diambil alih oleh teknologi. Yaitu antara lain :

1. Manusia Menjadi Pemalas. Karena banyaknya peran yang tergantikan robot, pekerjaan manusia akan semakin sedikit, dan semua hal akan dilakukan oleh robot. Maka manusia tidak hanya akan menjadi pemalas, tapi mungkin saja jadi gemuk dan lumpuh, karena kurang beraktivitas,juga pengangguran.

2. Sempitnya Lapangan Kerja. Ini yang akan cepat dirasakan, akan ada banyak orang yang jadi penggangguran, karena semua pabrik pekerjanya sudah diganti dengan robot termasuk asisten rumah tangga.

3. Krisis Energi. Robot bisa hidup menggunakan listrik, dan manusia juga sangat membutuhkan listrik. Dengan banyaknya robot yang hidup di bumi, maka bumi akan banyak kekurangan energi secara drastis apalagi persedian sumber daya alam dibumi semakin menipis.

4. Menumpuknya Sampah. Robot yang rusak jika tidak diperbaiki atau dimanfaatkan kembali, akan menambah penumpukan sampah di dunia.

5. Global Warming. Dengan terjadinya krisis energi dan menumpuknya sampah elektronik, bukan hal mustahil pemanasan global akan lebih cepat dan es dikutub utara dan selatan akan lebih cepat mencair dan akan menenggelamkan kot-kota yang ada dipinggir pantai.

Selain hal hal diatas, karena sistem kapitalis yang diterapkan didunia ini, telah mengaruskan paham bahwa materi adalah tolak ukur majunya peradaban. Dan pandangan inilah yang menjadi manusia untuk memanfaatkan teknologi demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Maka, tak heran penggunaan teknologi ini sering kali tidak terkendali dan semua digunakan atas nama materi.

Dalam bidang ekonomi, negara imperialis barat telah menggunakan teknologi dalam rangka mencari tempat pemasaran hasil Industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus, sekaligus mendapatkan tenaga buruh yang murah.

Alhasil, meskipun kemudahan itu didapatkan dari teknologi, namun sebagian besar Masyarakat kecil justru akan semakin tertindas. Dengan diambil alih nya pekerjaan, taraf hidup yang tinggi, dan gaji yang semakin murah. Dari sinilah, yang menyebabkan kemunduran peradaban itu bisa terjadi. Kemiskinan akan semakin meningkat, dan kesenjangan sosial akan semakin terasa. Kemudahan teknologi hanya bisa dirasakan oleh orang orang yang memiliki modal. Sedangkan untuk kaum menengah kebawah, itu bisa menjadi awal penjajahan era modern, dimana antara gaji dan tenaga yang dikeluarkan tidaklah sebanding.

 

Penulis : Nur Jannah (Anggota Club Writer)