The End of The Universe

Hallo teman-teman, sobat Per-Matematikaan…

Pernahkah kalian terbayang tentang alam semesta??? bagaimana ya ujung alam semesta, apa saja isi alam semesta ini, serta bagaimana tata surya ini bekerja dengan terikat oleh adanya gravitasi, lalu bagaimana jika tidak ada gravitasi pada system tata surya di alam semesta ini???

Pernahkan kamu terpikirkan hal itu? Apa sobat per-matematikaan ingin tahu?

Yuk mari kita ulik pembahasan yang cukup menarik ini mengenai alam semesta.

Simak pembahasan dibawah ini ya!!

 

  • Pengertian Alam Semesta

Alam semesta (disebut pula jagat raya atau universum adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Model-model ilmiah awal untuk Alam semesta dikembangkan oleh para filsuf Yunani kuno dan filsuf India kuno dan bersifat geosentris, menempatkan Bumi di pusat Alam semesta.  Selama berabad-abad, pengamatan astronomi yang lebih tepat membuat Nicolaus Copernicus mengembangkan model heliosentris dengan Matahari di pusat Tata Surya. Dalam mengembangkan hukum gravitasi universalSir Isaac Newton berdasar pada karya Copernicus serta pengamatan oleh Tycho Brahe dan hukum gerak planet Johannes Kepler. Pada pertengahan terakhir abad ke-20, perkembangan kosmologi berdasarkan pengamatan, juga disebut fisika kosmologi.

Alam Semesta juga dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dianggap ada secara fisik, seluruh ruang dan waktu, dan segala bentuk materi serta energi. Istilah semesta atau jagat raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmosdunia, atau alam.

 

  • Pengertian Gravitasi dan bagaimana jika grafitasi tidak ada di bumi?

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta

Gravitasi pada planet di bumi masih tetap sama karena masa bumi masih tetap sama, mari kita kesampingkan tentang fisika.. tidak ada gravitasi maka melayang, semua akan melayang diudara, mungkin akan sulit dipahami, penjelasaannya karena bumi berputar pada porosnya, mungkin struktur bangunan pada rumah akan kuat sementara, atmosfir dan lainnya akan melayang keangkasa serta tidak aka nada udara di bumi, bayangkan ikan hiu dan hewan laut akan melayang diudara, tanpa daya tariknya maka bumi akan terguncangkan, maka ini tidak akan pernah terjadi

Bagaimana, sudah paham tentang penjelasan mengenai arti alam semesta, gravitasi dan sejarahnya ?

Mari kita lanjut ke pembahasan mengenai..

“Ujung alam semesta”

Disekolah mungkin kita pernah mempelajari alam semesta, namun hanya sebatas apa itu system pada tata surya,  namun tidak tahu menahu mengenai seberapa jauh alam semesta, kamu taukah manusia dengan bumi itu kecil bangettt…apalagi dengan planet lain jaraknya muat sampai 30 bumi berjejer hanya dari bulan, dengan begitu mari kita mengungkap tentang ujung alam semesta yang sangat luas tak terbayangkan ini yaa..

Kalau kita ingin pergi ke mars maka kita sebagai manusia membutuhkan waktu sekitar 256 tahun lamanya dengan menggunakan mobil tercepat. 

 

System tata surya dimulai dari Merkurius Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari. Kedua Venus Planet ini meruapkan planet kedua yang dekat dengan matahari.  Suhu planet Venus bisa mencapai 471 derajat Celcius saat siang hari. Ukuran venus sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Bumi. Ketiga, Bumi merupakan planet ketiga dalam Galaksi Bima Sakti. Di Bumi inilah kehidupan makhluk hidup berlangsung. Bumi memiliki satelit yang bernama bulan.   Keempat, Mars adalah planet keempat dari matahari. Planet ini juga disebut sebagai Planet Merah.  Kandungan debu pasir yang banyak, membuat Mars terlihat kemerahan.  Suhu planet Mars rata-rata sebesar 60 derajat Celcius. Jupiter Planet kelima dari matahari ini merupakan planet terbesar di tata surya. Jupiter terbentuk dari gumpalan gas, terutama helium dan hidrogen.  Jupiter memiliki banyak satelit yang mengitarinya.  Keenam, Saturnus merupakan planet terbesar kedua di Galaksi Bima Sakti. Planet ini mudah di kenali karena adanya cincin yang mengelilingi Saturnus. Ketujuh, Uranus  Planet selanjutnya adalah Uranus. Planet ini merupakan planet pertama yang ditemukan dengan bantuan teleskop.  Dari luar, Uranus memiliki warna biru kehijauan. Hal ini disebabkan oleh kandungan gas metana di Uranus. Planet terakhir di tata surya adalah Neptunus. Nama ini diambil dari nama Dewa Laut Romawi.  Neptunus 80% terbentuk dari air, metana, dan amonia. Zat ini mengelilingi sebuah inti bebatuan yang kecil.  Sebelumnya ada 9 planet dalam tata surya. Pluto sebelumnya masuk dalam jajaran planet di Galaksi Bima Sakti.  

Bersumber dari Live Science, Pluto dikeluarkan dalam daftar planet karena tidak memenuhi tiga unsur planet.  Unsur sebuah planet antara lain: Benda angkasa yang mengorbit pada matahari. Memiliki gravitasi yang cukup untuk membentuk dalam lingkaran. Saat planet bergerak, dia harus bisa membersihkan ruang di sekitarnya dari benda lain.  Pluto tidak memenuhi unsur yang ketiga. Karenanya, pada 2006, Pluto sudah tidak lagi masuk dalam jajaran planet.

Menembus dengan system tata surya kita terdapat voyager melaju begitu cepat dari mobil ferari atau kisaran 61.500 Km/jam, dari voyager hanya terlihat setitik saja dengan kecepatan voyager sekitar 35.000 tahun dari system tata surya, dengan membayangkan tahun cahaya menurut albert einsten tidak ada yang lebih cepat lagi dari cahaya, namun cahaya dari matahari untuk sampai ke bintang terdekat kita yaitu alpha centauri perlu memakan waktu sekitar 30 tahun lamanya, ada sekitar 100+ miliar dari bintang di galaksi bimasakti, dari galaksi yang mungkin terlihat besar bagi kita padahal galaksi pada system tata surya itu hanya satu diantara 54 galaksi berbeda karena local group itu sangat lah kecil dalam system tata surya.. sabar yaa karna masih  ada hal lain lagi jadi mari menghela nafas .. dalam wilayah alam semesta lebih dari 2 triliun pada observable universe tentang pengetahuan alam semesta kita, dan sisa nya masi belum diketahui oleh para ilmuan dan ujungnya sampai saat ini.

Pembahasan ini bukan mengajarkan tentang seberapa besar alam semesta, tapi mengajarkan seberapa kecil kita sebagai manusia dalam alam semesta, namun mari kita sebagai manusia mampu berpikir besar layaknya alam semesta. Manusia, hewan, tumbuhan dan segala hal yang ada pada alam semesta ini layak hidup walaupun hanya setitik debu. Hingga detik ini mengenai ujung alam semesta dengan gravitasinya masih menjadi misteri, dan belum terpecahkan.

 

—Semesta—

Semesta, terdiri dari satu kata

Miliaran kehidupan yang tinggal serta menetap

Terus berjalan dalam poros tata surya

Menjadi misteri yang tak terpecahkan

Sungguh kuasa sang pencipta

—–

Terimakasih teman-teman, sobat per-matematikaan dan semua para pembaca. Semoga dapat mengambil hal dan wawasan yang baiknya yaa.. see you😊

 

Penulis : Afnenda Rachmalia Hidayat (Club Writer)