Ramah Tamah yang Ramah Tamah


Pada 28 September lalu, kami mahasiswa Matematika Fakulas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan sebuah agenda tahunan yang bertujuan untuk merekatkan kembali ukhuwah islamiah kami. Kegiatan ini diberi nama ramah tamah. Mungkin kata-kata itu sudah tak asing lagi di telinga orang sunda, karena memang itu diambil dari Bahasa sunda dimana ini sangat bermanfaat untuk kami dalam upaya membangun kultur kekeluargaan diantara kami.

Takbir selalu menggema dalam setiap sela agenda kami. Pantikan takbir dari MC selalu membuat kami bersemangat untuk menyaut dengan teriakan “ALLAHUAKBAR”. Karena kultur kami adalah Islam, yaaa kita buat situasi dan iklim dari setiap agenda kamipun selalu mempertimbangkan aspek keislamannya. Begitupun ketua pelaksana berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga ukhuah islamiah “kita harus selalu ada dalam kultur kekeluargaan yang dimana saling melengkapi kekurangan diantara kita semua untuk kita mampu sukses bersama dalam proses belajar di kampus yang kita cintai” ujar ketua pelaksana.

Dibuka dengan penampilan seni asal Aceh, kami mencoba untuk mengakulturasi budaya yang ada di Indonesia. Bukan tanpa alasan, sebab kami adalah kumpulan dari berbagai macam manusia yang berbeda budayanya. Sehingga menurut hemat kami sangat penting jika mengenalkan kepada semua mahasiswa tentang budaya yang ada di bumi nusantara ini.

Dannnnnn… Hal menarik pun terjadi ketika sesi yang kami tunggu mulai ditampilkan. Ialah pak Andi Rahman, beliau adalah salah satu dosen yang sangat luar biasa bagi kam. Benar kata Prof. Rocky Gerung bahwa ada dua energi yang ada di alam semesta ini. Yang pertama energi fisika dan yang kedua adalah energi humor. Cerdasnya pak Andi, dia mampu menggabungkan kedua energi itu untuk mampu membius kami semua hingga larut dalam segala materi yang beliau sampaikan. Dari semua yang disampaikannya sangat kompetibel dengan kultur kaum milineal. Bukan hanya itu, kami pun decekoki dengan pesan-pesan yang tentu saja timbul dari tafsiran kitab suci. Dan dapat dipastikan semua pesan yang beliau sampaikan dihadapan kami semua itu sangat bermanfaat untuk kami beranjak kepada dunia yang sesungguhnya ketika kami lulus.

Pesan beliau untuk kami adalah untuk selalu berusaha dan berupaya untuk menjadi manusia yang lebih baik, terus belajar, terus berkarya dan terus bekerja. Karna untuk masalah hasil sudah Allah tentukan. Jangan pernah memikirkan tentang apa yang kita kerjakan akan sampai kepada mimpi kita atau tidak tetapi upayakan yang terbaik untuk hidup masing-masing, sebab tuhan punya skenario tentang hasil yang telah dituliskan di pohon besar yang ada di atas sana. Tuhan hanya lihat apa yang kita amalkan.

Ada dua hal yang dimiliki manusia, yang pertama adalah keimanan dan yang kedua adalah akal. Kita diberikan oleh tuhan sebuah anugrah itu sekaligus kita diberikan kesempatan untuk menumbuhkan kemampuan keimanan dan potensi akal kita dalam wadah system pembelajaran dengan didukung oleh kultur keislaman di kampus tercinta ini.

Setelah agenda yang sangat penting tadi, kami lanjutkan dengan subagenda untuk mengembangkan dan memupuk sumbu-sumbu angkatan kita dengan penampilan dari setiap angkatan. Semua yang ditampilkan sangat memecah belah semangat kami untuk tidak sungkan lagi dengan kakak tingkat ataupun adik tingkat. Seru, meriah, energik, dan lucu adalah beberapa kalimat yang merefresentasikan dalam sesi ini. Kami tenggelam dalam suasana kemeriahan dan kekluargaan.

Kegiatan ini kami pandang sangat efektif dalam meredam isu jarak antar tiap angkatan. Sebab ini menciptakan simpul yang rekat diantara setiap angkatan. Panitia yang keren dan tanpa Lelah itu sukses dalam menuntun program kerja relasi ini sampai kepada tujuan yang diharapkan oleh semua pengurus himatika. Harapan saya, kegiatan ini bisa terus dan selalu dilaksanakan. Tentu saja dengan segenap evaluasi untuk menciptakan program kerja ramah tamah yang baik. Ciptakan selalu momen-momen ini dalam rangka untuk kebersamaan sesuai dengan tujuan HIMATIKA periode 2018.

Penulis : Syahab Solehudin