Semangat Pancasila

Semangat Pancasila

Salah satu pilar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah Pancasila. Mungkin sebagian orang bertanya-tanya. Kenapa harus Pancasila ? hal apa yang terkandung dalalm pilar itu ? kita tau bahwa pada tanggal 30 september 1965 Indonesia dilanda sebuah musibah kemanusiaan dengan serangkaian aksi yang familiar di telinga rakyat Indonesia dengan sebutan G30S/PKI. Ialah sebuah gerakan kelam yang terjadi di negeri ini dengan menewaskan 7 Jendral yang jasadnya saat itu dimasukan kedalam sumur yang berdiameter sangat sempit untuk seukuran tubuh manusia yang kita kenal dengan lubang buaya. Sebelum lanjut membaca kita kirimkan doa untuk para pahlawan negeri ini. Semoga apa yang diberikan atas dasar pengorbanan yang diberikan diterima oleh Tuhan dan mendapat balasan yang baik disisinya.

Sehari berselang dari tragedi itu tepatnya pada tanggal 1 Oktober 1965 rakyat Indonesia secara seremonial mendeklarasikan tanggal itu dengan sebutan Hari Kesaktian Pancasila. Seperti yang ditanyakan sejak awal. Kenapa harus Pancasila ?. alasannya, karena PKI adalah sebuah partai yang menentang keras terhadap segala bentuk nilai-nilai yang dimiliki Pancasila dimana Pancasila ini memang sangat tepat jika dijadikan sebagai pilar dari negeri ini. Terlebih jika kita mengupas serat-serat atas nilai yang terkandung didalamnya.

Pancasila adalah sebuah alat untuk membawa negeri ini sampai kepada kemerdekaan yang nyata. Naun alat hanyalah sebuah alat. Tanpa nyawa alat itu tidaklah bermanfaat. Pancasila tak akan sesakti yang kita lihat sampai saat ini. Lalu, apa nyawa Pancasila itu ? jawabannya adalah Rakyat yang memiliki semangat juang dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. inti dari nilai-nilai Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan keadilan.

Jika dulu para pendahulu kita merasuki jasad dari Pancasila sehingga membangunkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dan mampu menyelesaikan semua dinamika berbangsa dan bertanah air. Lantas kita selaku para penerima tongkat estapet kepemimpinan negeri ini mampukah memberikan nyawa kepada Pancasila ?. dengan upaya kita selaku generasi milenial, kita bisa menjadi nyawa dari Pancasila itu dengan melakukan segala bentuk kegiatan yang baik dan tanpa melanggar hukum. Globalisasi dan pluralime menjadi tantangan baru untuk sang pemegang tongkat estapet kepemimpinan dalam memberi nyawa Pancasila.

Dengan kita memiliki kemampuan dan keahlian keilmuan sehingga kita mampu menjawab tantangan globalisasi, maka kita sudah berkontribusi atas terselenggaranya ketatanegaraan dengan gaya terkini. Tetapi jika hanya itu, kita belum mampu menjawab tantangan yang satunya lagi yaitu pluralisme. Ini lah yang sulit kita hadapi sebab tantangan ini bukan muncul dari luar, tetapi muncul dari dalam negeri sendiri. Memang, tantangan itu bukan lah hal baru yang muncul Indonesia sebab sejak awal kemerdekaan pun negara ini masih rawan terhadap itu dan menjadi tantangan yang membahayakan.

Untuk itu dalam momentum hari kesaktian Pancasila ini. Kami berharap kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi solusi bagi semua permasalahan yang hinggap dibumi pertiwi ini. Lakukan hal baik serta tak melanggar hukum, saling menghargai dan angkat point penting dari toleransi untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila. Kita harus siap menjadi nyawa dalam menumbuh kembangkan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mari kita wujudkan sikap dalam diri kita untuk menjadi insan akademis, pencipta dan pengabdi serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur.

Penulis : Syahab Solehudin