Setiap yang Berlebihan itu Tidak Baik

Setiap yang Berlebihan itu Tidak Baik

Penulis: Siti Hafshah Nurul Arafah

 

Jangan menyukai sesuatu secara berlebihan dan jangan membenci sesuatu secara berlebihan pula. Hati-hati dengan apa yang kamu bangga-banggakan sekarang, juga hati-hati dengan apa yang kamu cela-celakan sekarang. Hati-hati pula dengan publikasimu sekarang. Karena bisa jadi, kamu akan menyesal nanti ketika kamu tau apa yang kamu percayakan itu tidak sesuai dengan dugaan dan harapanmu. Lalu mungkin kamu akan merasa malu dan kemudian bersalah. Walaupun tidak selalu. Miris bukan? Mungkin diantaramu ada yang tidak setuju.

Menurutku, kebenaran itu tidak selalu berlaku dalam jangka waktu singkat. Ia akan terbukti pada masanya, begitu pun sebaliknya. Kamu itu manusia, jadi tolonglah, jangan merasa dirimu itu paling benar, jangan merasa lawanmu itu selalu salah. Bisa jadi, yang sekarang kamu rasa paling baik akan menjerumuskanmu kepada hal yang tidak baik. Bisa jadi pula, hal yang buruk untuk sekarang akan membawamu pada masa yang lebih baik. Kamu tidak akan mengelak hal ini bukan?

Aku tau, setiap manusia ingin suara dan pendapatnya didengar. Aku tau, setiap manusia memiliki pola pikirnya masing-masing. Aku pun tau, setiap manusia memiliki sudut pandangnya masing-masing. Tak masalah, justru bagus, karena sangat bisa menjadi masukan untuk oranglain. Tetapi aku mohon, gunakan dengan sebaik-baiknya, sampaikanlah dengan cara yang pantas! Sampaikan dengan kesadaran bahwa yang sangat kamu percayai sekarang dan kamu anggap benar sekarang itu belum tentu berlaku untuk masa yang akan datang. Berpikir positiflah! Berpikir luaslah! Dan jangan tutupi hatimu dari ilmu di luar sana, karena sesungguhnya pada saat kamu merasa pintar atau bahkan paling benar, maka di situlah sesungguhnya kebodohanmu tampak dan ilmu itu tidak akan membekas sedikitpun apabila kamu tak berusaha menerimanya.

Mulutmu harimaumu, kata-kata yang terlontar darimu sungguh sulit untuk dikembalikan. Jagalah!

Hati-hati, apabila orang yang kamu bangga-banggakan itu mengecewakanmu, tidak menutup kemungkinan kamu akan berbalik lalu mencaci makinya habis-habisan. Tunggu, aku tau kamu manusia, aku tau apabila ada yang tidak sesuai denganmu maka kamu tidak akan seutuhnya suka. Tapi, adakah manusia yang sempurna?

Aku berpesan. Apabila ada kesalahan dari oranglain, coba lihatlah dirimu. Apabila ada hal yang tidak kamu sukai dari oranglain, tengoklah dirimu. Semua hal yang kamu pandang tidak sesuai dengan kehendakmu, coba telaahlah dirimu kembali. Lihatlah di sana, apakah keadaanmu itu sudah benar ataukah malah kamu yang bermasalah? Apakah perbedaan itu benar-benar perbedaan atau hanya berbeda sudut pandang atau cara penyampaiannya saja?

Lebih banyaklah berpikir. Gunakan pikiranmu untuk hal yang tidak melulu “mengomentari” keadaan oranglain, karena lagi-lagi yang namanya manusia itu tidak ada yang sempurna. Cukup ambil hikmahnya, jadikan pelajaran. Tak perlu terlalu pusing juga, semua hal di dunia ini sudah ada yang mengatur, kok’ malah kamu yang repot? Kalau Allah tidak berkehendak, kamu bisa apa? Mulutmu, otakmu, seluruh anggota badanmu itu punya Allah, loh. Gunakanlah dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa bahwa nanti yang kamu lakukan itu akan dipertanggungjawabkan. Dan lagi, kamu itu berpendidikan, jangan samakan dirimu dengan orang yang tidak berpendidikan.

Teruntuk kebaikan kita bersama, aku harus menyampaikan hal ini. Mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Ambil baiknya, buang buruknya. Semoga Allah Swt. selalu melindungi dan menuntun kita semua untuk mencapai ridho-Nya. Aamiin.

,