Benahi Dirimu, istiqomah !

Benahi Dirimu, istiqomah !

Penulis: Siti Hafshah Nurul Arafah

Biasanya apabila seseorang memberikan suatu isyarat kepada oranglain itu tandanya ada hal yang ingin ia sampaikan, atau ia ingin bahwa orang yang bersangkutan itu tau apa yang ia maksudkan. Seperti contoh kecilnya adalah apabila seseorang memiliki kecenderungan dengan lawan jenis, atau apabila seseorang ingin meminta tolong kepada orang lain.

Di sisi lain, ternyata bukan hanya manusia yang dapat berisyarat. Kamu diberi rasa lapar agar kamu memenuhi hak tubuhmu untuk mendapatkan asupan nutrisi. Kamu diberi rasa haus agar kurang lebih 70% kandungan tubuhmu terisi dengan air. Kamu diberi kecenderungan akan sesuatu agar kamu bisa lebih memilih hal itu dibandingkan hal lainnya.
Kemudian, ayo beranjak menyudut melihat isyarat dari perspektif lainnya.

Tahukah kamu bahwasannya seringkali Allah memberikan suatu isyarat kepada hamba-hambanya? Adakah kamu sadar akan hal itu? Kemudian isyarat macam apa yang di maksudkan?

Rasul saw bersabda :
Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Ikhwah..
Allah seringkali memberikan isyarat kepada kita, entah untuk sholat di awal waktu, memperbanyak baca Al-Quran beserta terjemahannya, bersedekah di setiap harinya, qiyamu lail di setiap 1/3 malam, dan lain sebagainya.
Hey, sadarkah kamu? Dengan berbagai upaya Allah memberi isyarat kepadamu. Contoh kecilnya, di sepertiga malam kamu dibangunkan dengan suara lalat-lalat yang bisa dibilang mengganggu, namun itulah salah satu cara Allah membangunkan kamu.
Di mana lagi tempat kamu meminta yang apabila kita tidak meminta maka Ia malah bersedih?

Sadar sih.. memang Allah sering memberi isyarat-isyarat itu, tapi.. lagi-lagi berat buat ngelaksanainnya, berat buat istiqomah menjalankannya.
Gak usah khawatir, mintalah Allah mengampuni dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini, sering-sering membaca istighfar, bertaubatlah. Kemudian serahkan semua urusanmu kepada Allah, agar Ia yang menata semua urusanmu.
Apabila hati telah bersih, telah tenang, Insyaallah ibadah yang mungkin selama ini berat untuk dilakukan akan bisa menjadi biasa untuk dilakukan. Dengan hati yang bersih maka Insyaallah kita akan lebih peka dengan isyarat-isyarat yang diberikan kepada kita.

Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan suatu hal untuk menjaga atau meningkatkan kembali imannya yang bersifat tidak tetap, dan menjaganya bukanlah perkara yang mudah, untuk itu sebagai sesama manusia alangkah lebih baik jika saling mengingatkan dalam hal kebaikan (amar ma’ruf nahi mungkar), karena dengan mengingatkan oranglain juga akan menjadi pengingat untuk diri kita sendiri.

Kita telah memasuki bulan Ramadhan. Waktu yang baik untuk membersihkan hati, luruskan niat hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Semoga berkahnya, manfaatnya dapat kita nikmati bersama. Semoga Allah senantiasa menjagamu 🙂