Lelah Tanpa Istirahat? Meningitis Sedang Menunggumu !

Lelah Tanpa Istirahat? Meningitis Sedang Menunggumu !

Penulis: Laras Julianty – Matematika 16A

Usia produktif merupakan usia di mana seseorang memiliki banyak sekali kegiatan. Sekolah, belajar, kerja, mencari nafkah, menjalani hobi, pergi ke beberapa tempat untuk sekedar refreshing, dan lain sebagainya. Saking banyaknya kegiatan, tidak jarang kalau kegiatan tersebut dilakukan dalam waktu singkat sehingga lelah berlebih akan menghampiri setelahnya. Ironisnya, rasa lelah ini sering diabaikan sebagian orang. Ini tidak baik dilakukan, lho! Karena ada banyak sekali penyakit yang datang di kala sistem kekebalan tubuh sedang menurun, dan tak sedikit juga penyakit yang datang itu merupakan penyakit berbahaya. Pada tulisan kali ini, penulis ingin membahas salah satu penyakit berbahaya yang bisa menyerang kita karena lemahnya daya tahan tubuh setelah beraktifitas sepadat itu. Yap, namanya Meningitis, atau radang selaput otak.

Faktor Penyebab
Meningitis adalah penyakit infeksi yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Kebanyakan penyakit ini disebabkan oleh virus, namun ada juga beberapa kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Meningitis dapat terjadi pada setiap usia. Sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan penderita AIDS lebih berpotensi tinggi terkena penyakit ini.

Seperti yang sudah disebutkan, virus merupakan penyebab timbulnya penyakit radang selaput otak yang paling umum. Jika infeksi disebabkan oleh virus, beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan meningitis antara lain virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus west nille, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak (mumps dan measles).

Jika meningitis disebabkan oleh bakteri, maka bakteri yang termasuk ke dalam penyebab terjadinya penyakit ini antara lain Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Streptococcus grup B. Apa ada nama-nama bakteri yang kalian kenal di sini? Hati-hati sama mereka, ya, hehe.

Faktor yang dapat memperbesar risiko terkena meningitis adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah. Namun, ada faktor lain yang juga berperan dalam meningkatkan risiko ini. Misalnya tidak vaksin meningitis, melakukan transplantasi sumsum tulang, memiliki riwayat penyakit diabetes, tertular listeriosis pada wanita hamil. Oh ya, batuk dan berciuman merupakan salah satu media untuk menularkan penyakit ini, lho. Wah, seram juga, ya?

Tanda-tanda dan Gejala
Kapan saya harus periksa ke dokter? Ketika teman-teman merasa cemas dengan penyakit meningitis, maka saat kalian sedang sakit dan merasakan hal-hal berikut ini, maka saat itulah teman-teman harus segera periksakan diri ke dokter.

Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak. Karena sistem kekebalan lemah, maka ketika demam tak kunjung sembuh langsung saja berangkat ke rumah sakit. Terkhusus ibu-ibu nih, kalau anaknya yang masih kecil sedang demam sampai menggigil, jangan ditunda-tunda. Segera berobat ke dokter, agar demamnya segera sembuh.

Perubahan kondisi mental seperti kebingungan atau linglung. Jika kalian merasa seperti itu, segera sadar dan baca istighfar, ya? Jangan lupa juga sering berinteraksi dengan orang sekitar, biar gak bingung, hehe.

Mual dan muntah. Ini adalah gejala umum yang jika dibiarkan akan berbahaya juga. Apalagi jika muntah hebat, bisa-bisa tubuh kalian dehidrasi.

Sensitif terhadap cahaya silau. Jika teman-teman sebelumnya tidak menderita photophobia namun saat sakit kalian jadi takut pada cahaya, maka ada kemungkinan meningitis sudah hinggap di tubuh kalian. Tidak ada salahnya, kok, jika pergi periksa ke dokter saat empat gejala ini sudah timbul.

Sakit kepala parah. Bukan karena stress, bukan juga sebelah kepala saja yang sakit. Tapi rasanya benar-benar sakit, yang bahkan teman-teman baru pertama kali merasakan. Ini, sih, udah parah banget gejalanya.

Leher kaku alias kaku kuduk. Karena meningitis merupakan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, maka wajar jika leher terasa kaku sampai tidak bisa bergerak bebas. Tapi ini tidak wajar jika tidak segera memeriksakan diri ke dokter, karena saat gejala ini terasa, bisa saja meningitisnya sudah cukup parah. Iihh… takut.

Sering pingsan. Sudahlah, langsung saja pergi ke rumah sakit untuk periksa! Lebih bagus lagi jika langsung di rawat di sana untuk mendapatkan penanganan lebih. Istirahat yang cukup selama di rawat dapat memungkinkan sistem kekebalan tubuh menjadi meningkat. Mungkin sedikit meningkat, tapi itu lebih baik daripada makin parah, bukan?

Pengobatan
Pengobatan untuk meningitis tergantung pada penyebabnya. Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu infeksi sembuh dengan sendirinya. Pengobatan meningitis biasa bisa juga dapat dilakukan dengan terapi antibiotik melalui infus, banyak minum cairan, dan istirahat yang cukup. Untuk infeksi bakteri, pasien mungkin harus opname di rumah sakit agar dapat dipantau oleh dokter dan perawat. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri akan meningkatkan risiko kerusakan otak permanen dan efek berbahaya lainnya apabila pengobatan mengalami penundaan, berbeda dengan meningitis viral (yang disebabkan virus) yang dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. Antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri radang selaput otak, namun antibiotik ini tidak dapat mengobati meningitis viral.

Sejatinya penyakit meningitis yang disebabkan oleh virus maupun bakteri tidak dapat dibedakan dengan mata telanjang. Apapun penyebabnya, jika teman-teman mengalami gejala yang telah disebutkan di atas saat sedang sakit, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah kalian mengidap penyakit meningitis atau tidak. Selalu jaga kondisi badan agar tetap fit, karena meningitis dapat menyerang siapa saja yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Punya banyak kegiatan itu bagus, tapi kalau tidak istirahat sama sekali itu yang tidak bagus. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Salam sehat!

Sumber : https://hellosehat.com/penyakit/meningitis-adalah-radang-selaput-otak/amp/

,