Udah, Coba Diterima 🌹

Udah, Coba Diterima 🌹

Penulis: Siti hafshah nurul arafah

Sebagian dari kamu mungkin pernah merasa dihadapkan dengan beberapa permasalahan pada waktu yang bersamaan atau berdekatan. Mungkin kamu merasa bahwa saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk masalah-masalah itu datang. Kamu merasa tidak siap dengan hal itu. Kamu merasa terbebani, sulit untuk fokus pada salah satunya. Dan mungkin terbesit, kenapa harus aku? Sehingga, proses penyelesaiannya memakan waktu yang cukup lama, energi yang besar, namun tak kunjung usai juga. Akhirnya kamu merasa sia-sia.

 

Coba renungkan ini.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286)

Tidak asing bukan? Ya, tentunya.

 

Bisa dibilang, permasalahan-permasalahan itu adalah rezeki untukmu. Kok bisa? Ya, dari masalah itu kamu bisa mendapatkan pelajaran yang belum tentu oranglain mendapatkannya. Sama seperti rezeki bukan? Setiap manusia memiliki kadar rezekinya masing-masing dan tidak akan tertukar. Begitu juga permasalahan dalam hidup, tidak semua orang mendapatkan masalah yang sama dengan yang dihadapkan untukmu.

 

Mungkin bisa saja kamu menghindar dari permasalahan itu. Namun, perlu cukup tenaga untuk mengenyahkannya. Uniknya, permasalahan itu akan datang lagi dan lagi di kehidupanmu tanpa merasa bosan, karena itulah rezeki untukmu. Mungkin tidak dengan cara yang sama dan bisa jadi lebih sulit dari yang sebelumnya.

 

Tetapi perlu kamu sadari, seseorang yang mengetuk pintu rumahmu untuk bertamu, tidak akan terus menerus mengetuk apabila tidak ada respon darimu. Tetapi mungkin ia akan kembali di lain waktu. Sama halnya dengan masalah dalam kehidupanmu. ‘Rezeki’ itu mungkin tidak bosan menghampirimu yang terus menerus menolaknya, akan tetapi kamu bisa kehilangan momen-momen emas untuk mendapatkan rezeki terbaik dari-Nya.

 

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

 

Maka dari itu, cobalah untuk membuka diri. Terima ‘rezeki’mu itu dengan lapang dada. Tidak sesulit yang dibayangkan kok. Tenang saja, semua sudah ada yang mengatur. Dengan syarat, “Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu sedang susah.” (HR.Ahmad, Hakim, dan Al-Baihaqi), dan “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga.”(HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

 

Percayalah, semua akan terasa ringan di saat Allah yang mengatur semua urusanmu, di saat Allah langsung membantumu, juga di saat Allah hadir pada masa-masa sulitmu. Pada saat itu kamu akan menemukan betapa nikmatnya memiliki jiwa yang tenang, terharunya kamu kepada Allah yang sangat-sangat mengerti kamu dan sangat mengetahui hal terbaik untukmu.

 

Bersyukurlah, kamu sudah menemukan cara ampuh dalam menghadapi masalah-masalah di kehidupanmu. Banyak-banyaklah mengingat Allah, karena Allah akan lebih mengingatmu.

,