Melatih Kinerja Otak dengan Matematika

Melatih Kinerja Otak dengan Matematika

Matematika sudah bukan sesuatu yang asing bagi kita semua karena sejak kecil kita sudah diajarkan berhitung oleh orang tua kita, seiring bertambahnya waktu dan disaat kita mulai memasuki bangku sekolah, kita mulai lebih mengenal serta mempelajari secara lebih dalam tentang matematika. Dalam belajar matematika, mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru ataupun dosen merupakan kegiatan yang sangat memutar otak, karena kita dituntut untuk menyelesaikan suatu masalah perhitungan yang seringkali ternyata jawabannya adalah nol (hahaha pastinya kesel dong). Sehingga banyak orang yang mulai merasa bosan dalam belajar matematika dan akhirnya melahirkan rasa malas untuk belajar matematika. Padahal, belajar matematika itu memiliki banyak  manfaat, jadi bukan hanya sekedar agar kita bisa menghitung uang ataupun hal-hal lainnya saja. Salah satu manfaat yang dapat kita peroleh dalam belajar matematika adalah kita dapat melatih kinerja fungsi otak kita agar menjadi lebih baik lagi.

Loh memangnya benar matematika dapat melatih kinerja fungsi otak?

Otak manusia merupakan salah satu pemberian dari Tuhan yang amat sangat menakjubkan, karena otak manusia dapat melakukan banyak sekali kegiatan seperti mempelajari hal baru, mengingat banyak hal, berpikir secara logis dan masih banyak lagi hal lainnya yang dapat dikerjakan oleh otak manusia. Jika diibaratkan seperti pisau, apabila jarang digunakan atau jarang diasah, otak juga bisa mengalami penurunan kualitas dan hal tersebut memiliki dampak yang sangat berbahaya dan merugikan bagi kita semua. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah hal buruk tersebut adalah dengan melatih otak kita secara rutin, tidak perlu melakukan hal yang sulit-sulit, melatih otak dapat kita lakukan sambil belajar matematika. Otak manusia terdiri dari empat bagian yang disebut lobus. Ada lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus temporal. Setiap bagian tentunya memiliki fungsi yang berbeda-beda, saat kita belajar matematika, lobus frontal dan parietal akan bekerja secara lebih aktif dibanding dengan bagian otak lainnya. Atau mudahnya matematika memiliki dampak yang besar terhadap kerja otak kiri dan otak kanan. Otak kiri yang berfungsi untuk hal-hal yang berhubungan dengan logika, menulis, membaca, dan berhitung. Sedangkan otak kanan berfungsi untuk hal-hal yang berhubungan dengan emosi, seni, dan kreativitas. Nah, dalam mengerjakan soal-soal matematika, ternyata kegiatan itu dapat memberikan manfaat yang bagus yaitu dapat menyeimbangkan kinerja fungsi otak kiri dan otak kanan disaat yang bersamaan.

Lalu bagaimana cara kita melatih otak kita dengan matematika?

Kalau teman-teman semua beranggapan bahwa belajar matematika ataupun mengerjakan soal matematika perlu dilakukan dengan level yang sulit agar dapat melatih kinerja fungsi otak kita menjadi lebih baik dalam sekejap, tentu saja hal itu merupakan kesalahan besar. Bukannya meningkatkan kinerja otak, otak kita malah akan menjadi pusing disebabkan oleh matematika. Justru kita harus memulai matematika dari pengertian-pengertian yang sangat mendasar, mengerjakan soal latihan dari yang levelnya mudah terlebih dahulu, lalu dengan seiring berjalannya waktu, kita coba tingkatkan level kesulitan soal latihan yang kita kerjakan. Dengan begitu otak kita secara perlahan akan dapat menerapkan apa saja yang telah kita pelajari untuk menyelesaikan soal-soal yang ada. Kegiatan latihan soal ini benar-benar bagus untuk meningkatkan kualitas cara kita berpikir, berhitung, maupun berlogika secara sistematis dan benar. Oleh karena itu marilah kita coba cintai matematika, karena dengan matematika banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh, salah satunya adalah dapat meningkatkan kinerja otak kita.

,