Menjaga bersama Palestina

Menjaga bersama Palestina

Baru-baru ini, dunia kembali dikejutkan dengan konflik antara Palestina dan Israel yang kembali terjadi. Peristiwa yang berlangsung pada tanggal 10 mei, akhir bulan Ramadhan itu mengakibatkan ratusan penduduk Palestina meninggal dan beberapa penduduk Israel tewas. Kejadian itu adalah rentetan dari sejarah panjang konflik Israel dan Palestina.

Bukan hal baru jika tanah Palestina disebut sebagai tanah suci. Allah SWT telah menetapkan keberkahan-Nya atas Palestina. Menurut para ulama, penyebutan Masjid Al Aqsa dan daerah sekitarnya (di sekelilingnya) itu sebagai negeri yang diberkahi, karena di daerah tersebut Allah mengutus sejumlah rasul-Nya untuk berdakwah dan sebagian menetap disana. Selain itu karena di tanah inilah Allah Swt. menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun setelah menyeberangi Laut Merah, dan saat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah Swt.

Tidak hanya itu. Penamaan kota suci juga tersemat pada kota Yerusalem. Dimana terdapat tiga agama dengan masing-masing tempat ibadah yang penuh sejarah dari setiap agama disana. Islam, Kristen, dan Yahudi. Berdasarkan fakta tersebut, tak ayal tanah yang disebut sebagai tanah yang dijanjikan menjadi perebutan antara dua negara, Palestina dan Israel.

Perselisihan di Timur Tengah terjadi saat kaum Yahudi mulai bermigrasi ke Palestina sekitar tahun 1920. Pemicunya adalah kemunculan gerakan keagamaan yang berubah menjadi politis yakni Zionisme, yaitu melarikan diri dari penganiayaan dan mendirikan negara sendiri di tanah yang dianggap sebagai tanah leluhur mereka. Pada tahun 1947, PBB menyepakati untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua wilayah yakni orang Yahudi dan orang Arab. Kota Yerussalem menjadi kota suci bagi orang Arab dan Yahudi. Pembagian tersebut ditolak Palestina setelah banyak kota utama dan garis pembagian tidak seimbang antar keduanya.

Pada tanggal 14 Mei tahun 1948 Ketua Komunitas Yahudi di Palestina, David Ben-Gurion mendeklarasikan negara Israel. Dalam deklarasi tersebut, pendiri Israel tidak menyebutkan batas negara tersebut yang membuat negara-negara Arab tidak menyetujui dan kemudian mengakibatkan perang. Pada 15 Mei 1948 pecahlah perang antara Arab-Israel pertama. Namun perang berakhir dengan Israel yang dapat mengendalikan seluruh wilayah Palestina yang kemudian ditandai sebagai wilayah Israel. Wilayah Gaza dan Tepi Barat masih tetap menjadi wilayah Palestina.

Pada pertikaian yang kembali terjadi, negara Palestina mendapat banyak dukungan dari berbagai penjuru dunia. Beberapa Negara yang menyatakan dukungan mereka terhadap kebebasan Palestina ialah Turki, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Rusia, Arab Saudi, Mesir dan beberapa negara di timur tengah, serta China.

Menjadi negara yang mengalami perang sejak 100 tahun yang lalu, berbagai permasalahan muncul di Palestina. Mulai dari kemiskinan, kelaparan, kesehatan, dan pendidikan. Indonesia, sebagai negara yang berhubungan baik dengan Palestina sejak awal kemerdekaan, memberikan sejumlah bantuan seperti membantu pendidikan rakyat, membuka rumah sakit Indonesia, pemberdayaan ekonomi, dan Indonesia Humanitarian Center di bidang pangan.

Sementara itu China akan mengirimkan bantuan berupa perawatan bagi mereka yang mengalami luka-luka dan akomodasi bagi mereka yang tunawisma setelah rumahnya dihancurkan serangan udara Israel.

,