Selusin tuntutan rakyat, Seruan BEM SI menuntut janji presiden.

Selusin tuntutan rakyat, Seruan BEM SI menuntut janji presiden.

Selusin tuntutan rakyat, Seruan BEM SI menuntut janji presiden.

Tidak terasa masa pemerintah presiden Joko Widodo dan wakil presiden Ma’aruf Amin, menjelang tahun terakhir. Selama dua periode menjabat sebagai presiden Indonesia, Jokowi sudah menjanjikan banyak hal untuk kehidupan bangsa yang lebih baik. Namun, apakah semua janji terealisasikan dengan sempurna? Ataukah sebaliknya?

Pada hari Kamis, tanggal 21 Oktober 2021, aliansi badan eksekutif mahasiswa seluruh Indonesia atau BEM SI mengadakan aksi “Geruduk Istana Negara” dalam rangka memperingati 7 tahun Jokowi menjabat.

Presiden Joko Widodo dalam visi Indonesia telah melupakan 20% janjinya untuk mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan dalam memimpin Indonesia periode 2019-2024.

“Tahun pemerintahan Jokowi banyak permasalahan yang diperbincangkan, banyak janji-janji kampanye yang harus dipenuhi,” kata Koordinator Media BEM SI 2021 Muhammad Rais dalam keterangannya, Rabu (20/10).

Aksi ini berisi seruan selusin tuntutan rakyat yang menjadi evaluasi kinerja presiden Joko Widodo dalam menjabat.

Adapun 12 tuntutan ini terdiri dari :

1. Menuntut dan medesak pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti yang mengajukan Undang-Undang (U) No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

2. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap masih relatif rendah.

3. Menuntut dan mendesak Pemerintah untuk mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam negeri tanpa menjadikan utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan pembangunan negara.

4. Wujudkan kebebasan sipil yang luasnya sesuai dengan amanat konstitusi dan keamanannya setiap orang atas hak berpendapat dan mengemukakan pendapat serta menghadirkan evaluasi reformasi di instansi Polri.

5. Wujudkan supremasi hukum dan HAM yang berkeadilan, tidak tebang pilih dan tuntaskan HAM masa lalu.

6. Berhentikan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, batalkan TWK, hadirkan perppu atas UU KPK no. 19 tahun 2019, serta kembalikan marwah KPK bisa dikembalikan sebagai realisasi janji Jokowi dalam memberantas korupsi.

7. Menuntut pemerintah memberikan afirmasi kepada guru PPPK yang berusia di atas 35 tahun dan masa pengabdian lebih dari 10 tahun setelah kelulusannya bisa diprioritaskan serta langsung mengangkat guru honorer yang berusia di atas 50 tahun.

8. Menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari peningkatan kualitas guru maupun pemerataan sarana dan infrastruktur penunjang pendidikan.

9. Menuntut Pemerintah untuk mengembalikan independensi Badan Standar Nasional Pendidikan.

10. Mendesak Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan Perppu yang menerapkan UU No 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

11. Mendesak pemerintah untuk segera memenuhi bauran energi dan segera melakukan percepatan transisi energi kotor menjadi energi baru terbarukan.

12. Penegasan UU Pornoggrafi sebagai regulasi hukum untuk menangani konten pornografi yang berdampak pada maraknya kasus-kasus seksual.

Pada pukul 11.30, dalam menyeruakan aspirasinya, mahasiswa melakukan longmarch dari titik kumpul ke istana negara dan hanya sampai di patung kuda Jakarta. Pukul 14.00, massa aksi bernegosiasi dengan pihak istana agar dapat bertemu Presiden. Namun ternyata Presiden sedang berangkat ke Kalimantan Selatan. Pukul 15.00, pihak istana mengabarkan massa aksi dapat bertemu pak Moeldoko selaku perwakilan dari pihak istana negara.

Pada pukul 16.30, pak Moeldoko menemui massa aksi di titik aksi. Pukul 17.00, koordinator pusat BEM SI menyampaikan selusin tuntutan rakyat dan menyerahkan kajian kepada pihak istana. Pukul 17.30, pak Moeldoko menandatangani 12 tuntutan rakyat dan menerima kajian dari aliasi BEM SI. Terakhir, pukul 17.45, massa aksi yang tergabung dari seluruh Bem Indonesia membubarkan diri dengan damai.

,