Kemarin

Kemarin adalah pembelajaran, esok adalah harapan dan hari ini adalah perubahan. Ya, kemarin sebuah perjalanan yang memberikan pelajaran. Kini saatnya untuk berubah menjadi lebih baik.

Karena masa depan merupakan harapan yang bukan hanya sekedar diimpikan, tetapi perlu tindakan untuk direalisasikan. Hari ini milik kita sendiri, bukan orang lain. Maka langkah awal yang bisa kita lakukan yaitu dengan ‘memulai’. Mulai dari hal-hal kecil tetapi konsisten. Sebab perubahan terjadi dari seberapa konsisten kita mengubah atau menambah suatu kebiasaan. Tidak mudah, tetapi akan terbiasa dengan sendirinya.

Perlu apresiasi untuk diri karena sudah bertahan sampai sejauh ini. Kelihatan sepele, tapi setidaknya sebagai bentuk self-love. Kadang kita terlalu memaksakan diri untuk hal yang diluar kendali. Padahal kita punya kapasitas tersendiri. Jangan sampai kita kehilangan diri sendiri karena menjadi orang lain.

Ada kutipan yg berisi ‘orang baik memberi kebahagiaan, orang jahat memberi pengalaman, dan orang terbaik memberi kenangan’. Ini tentang kita, bukan orang lain. Sudah seberapa banyak orang yang kita bahagiakan?. Bukan sekedar pernah, tetapi selalu berada disamping untuk selalu membahagiakan. Bicara tentang orang jahat, sepertinya setiap orang pasti pernah jadi orang jahat dibeberapa orang tertentu. Sebaliknya, pasti ada orang yang menurut kita jahat. Seperti kutipan diatas, orang jahat memberi pengalaman. Cukup ambil baiknya, lalu hindari. Karena memang orang jahat yang hadir kemarin dihadirkan agar kita lebih banyak belajar. Supaya kedepannya bisa lebih baik lagi.
Untuk yang kemarin menghadapi kegagalan, jangan pernah menyerah. Kesempatan akan selalu ada untuk orang-orang yang mau mencoba. Istirahat boleh, berhenti jangan. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi esok hari. Jika kesuksesan kita ada dihari esok, sedangkan hari ini kita berhenti dan menyerah, usaha dihari kemarin sia-sia bukan?. Jadi, semangaat!

Jika kemarin sudah baik, tingkatkan menjadi lebih baik. Jika sudah lebih baik, maka berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Bukan masalah mengejar kesempurnaan, tetapi bentuk pengevaluasian hari kemarin. Jangan marah kalau kemarin pernah dimanfaatkan. Karena itu salah satu wujud kita bermanfaat untuk orang lain. Tetapi juga belajar melakukan hal yang sewajarnya dan sepantasnya.

Kalau kemarin berat, lihatlah kita sudah melalui itu semua sampai saat ini. Semua kita selesaikan dengan baik. Esok jika bertemu dengan hal-hal yang berat lagi, tanamkan didalam pikiran, ‘kita pasti bisa’. Jangan meragukan diri sendiri. Fokus pada kelebihan yang kita miliki. Waktu terus berjalan, kita akan tertinggal kalau hanya fokus kepada kekurangan. Hakikatnya memang setiap orang punya kekurangannya masing-masing.

Belajarlah untuk mengerti, sesuatu yang ditakdirkan untuk kita tidak akan menjadi milik orang lain kecuali diganti menjadi lebih baik lagi. Bukan sekedar pasangan, tetapi kesempatan, kesuksesan, pencapaian, dll. Berusaha hari ini untuk kesuksesan esok hari. Bukan masalah bersedih hari ini, karena esok akan ada kebahagiaan yang menghampiri. Jatuh, bangun lagi. Gagal, bangkit lagi. Sultan Syahrir pernah berkata, hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan.

Pelan tapi pasti, jangan berlari lalu berhenti. Tujuan menanti kita untuk sampai. Lakukan yang terbaik, walaupun hasil tidak selalu memihak kepada kita. Lakukan lalu pasrahkan, karena tugas kita berusaha bukan menetapkan.
Hari ini hasil jerih payah atau usaha kita kemarin. Esok adalah bagaimana kita hari ini.
Dan tulisan ini berlaku sebagai reminder untuk diri saya pribadi. Semangat dan sehat selalu!

 

Penulis : Ninda Rizky Nuraeda (Club Writer)