Memori Buruk

Memori Buruk

Setiap orang pasti punya suatu pengalaman yang pernah ia alami dan selalu diingat. Entah itu pengalaman negatif ataupun pengalaman positif. Hidup kita tidak akan terlepas dari dua hal tersebut. Saat ingatan yang baik muncul kita mungkin akan tersenyum bahagia. Sebaliknya, kenangan buruk justru bisa menyebabkan trauma atau fobia. Memori buruk cenderung lebih susah untuk dilupakan dibandingkan dengan memori baik.

Pada dasarnya otak manusia mempunyai bagian khusus untuk menyimpan memori dan akan terus tersimpan selamanya. Ini terjadi karena protein merangsang sel-sel otak untuk membentuk koneksi pada ingatan lama. Namun, koneksi tersebut bisa berubah-berubah. Kadang ada potongan-potongan ingatan yang terlupakan atau malah lebih jelas, bahkan terkesan berlebihan. Contohnya, ular yang jatuh tepat di dekat mata Anda saat tertidur. Ingatan tersebut bisa saja bertambah buruk disebabkan oleh banyak faktor, seperti film atau foto yang menampilkan ular mengerikan. Semakin jelas dan berlebihan ingatan tersebut, semakin besar kemungkinannya dapat menyebabkan fobia.

Sebenarnya bisa saja memori buruk ini dihilangkan. Walaupun sifatnya permanen, tetapi semakin berat ingatan negatif itu, semakin susah untuk dilupakan. Menurut Bret Stetka, seorang penulis dan peneliti dari University of Virginia “Otak manusia mahir dalam mengatasi ingatan negatif. Tetapi jika ingatan negatif itu bersifat berat, akan membuat kerja sistem otak menjadi terganggu”.

Karena kita tentunya tidak ingin mengingat kenangan-kenangan negatif dalam hidup kita, ada bebreapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu prosesnya :

  1. Cari tahu pemicu

Ingatan negatif bisa mencul karena dipicu oleh faktor-faktor diluar emosi, seperti bau, gambar, atau suara. Contohnya, ketika Anda pernah memiliki trauma pemberontakan, akan mengingat kejadian tersebut ketika mendengar suara keras, asap tebal, atau keramaian. Nah, suara keras, asap tebal, dan keramaian inilah yang menjadi pemicu Anda mengingat kenangan buruknya. Dalam hal ini jika kita peka terhadap pemicu ingatan negatif tersebut, maka kita akan semakin mudah untuk mengendalikan diri.

  1. Konsultasi ke psikolog

Jika ingatan buruk sampai membuat kita trauma, sudah saatnya berkunjung ke psikolog. Tujuannya jelas, seorang psikolog sangat bisa mambantu kita untuk melupakan trauma yang pernah dialami. Meskupun begitu yang perlu diingat walau kita sudah berusaha melupakan semua memori buruk itu, bisa jadi tidak sepenuhnya akan hilang. Tetapi paling tidak kita bisa berdamai dengan gejala dan pemicunya, sehingga bisa menjakani aktivitas sehari-hari. Mengingat ingat ingatan buruk berulang kali ini ternyata bertujuan untuk memaksa otak merekonstruksi kejadian dan mengurangi trauma emosional yang dialami. Meski ingatan tersebut tidak dapat dihapus, setidaknya emosi yang muncul tak lagi sesensitif sebelumnya.

Dalam hidup kita pasti mengalami hal yang tidak enak untuk dijalani. Hendaknya itu dijadikan sebagai pelajaran hidup agar kita tidak mengalami kejadian yang sama. Sebagai manusia kita hanya bisa terus ikhtiar dan bertawakal dengan harapan masa dengan bisa menjadi lebih baik.

 

Penulis : Lugis Budiman (Club Writer)

,