Teladan

(ke)Teladan(an)

Secara etimologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) : teladan/te·la·dan/ n sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya).

Membahas dari segi etimologi sudah dapat digambarkan seperti apa dan bagaimana rangkaian yang harus dibentuk untuk menjadi tauladan, dari perbuatan, pensifatan dan sebagainya guna tercapainya pemaknaan dari pembahasan hal di dalam segi etimologi

Sejatinya sebagai seorang tauladan yakni menanamkan nilai kebaikan untuk segala aspek. Baik aspek yang bisa langsung diberikan untuk menjadi contoh, ataupun secara tidak langsung memberikan hal untuk dicontoh. Namun, dasar menjadi tauladan itu tidak harus selalu tentang baik, sebagai manusia menjadi hal yang wajar, apabila terdapat kekurangan atau terdapat hal yang buruk yang tidak dapat dijadikan contoh. Kendati demikian, segala aspek kehidupan mampu menjadikan sebuah pelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Hanya saja tinggal bagaimana metode untuk menyampaikan ataupun memberikan pelajaran atas hal tersebut, agar mampu diterima dan dipahami sepenuhnya, supaya menjadi hikmah untuk dapat didalami.

20 November kemarin, hari dimana diperingati sebagai hari anak internasional. Konsen tauldan dalam hal ini ada pada seorang anak. Anak menjadi aspek terpenting pada bahtera kehidupan untuk melanjutkan hal yang akan terus berjalan. Anak pula yang akan menjadi  tauladan dalam pengimplemetasian atas apa yang sudah didaptakan dan ditingkatkan oleh tauladan itu sendiri.

Menghidupi dan menjadikan diri sebagai tauladan tidak hanya pada poin individu dengan orang lain, namun juga pada aspek individu tauladan itu sendiri. Sebab apa? Karena meneladani diri sendiri adalah bentuk usaha dalam meningkatkan aspek kepekaan dan mutu Pendidikan, dikarenakan hal ini akan terus menjadi gambaran kepada diri sendiri, untuk menyadari sejauh mana dan sedekat apa dengan tujuan yang telah dituliskan pada diri tauladan itu sendiri.

Memahami makna dan hakikat tauladan akan terus memberikan pembaharuan di sekitar lingkungannya. Untuk apa? Bukan lain adalah untuk memberikan pengaruh positif,  hal ini disampaikan karena manusia sendiri memiliki sifat bosan ataupun jenuh. Manusia memiliki hakikat berbuat baik dan juga tidak baik. Makhluk ciptaan yang diciptakan paling sempurna namun nyatanya bukanlah yang paling sempurna, ya karena memang hanya tuhanlah yang maha sempurna, manusia dapat menjadi dua aspek pada dirinya, untuk dijadikan untuk pelajaran yang dapat dihikmahi demi tujuan dari menjadi tauladan itu sendiri.

Peningkatan kadar kedekatan dengan tuhan pula yang akan memberikan dorongan secara tidak sadar dari tuhan untuk yang diciptakannya. Dengan tuhan menciptakan, yang tak lain hanya untuk beribadah kepadanya, tuhan pula menjadikan setiap yang diberikan sebagai pelajaran, baik dari aspek peristiwa yang dialami ataupun juga mungkin yang didapatkan dari individu lainnya.

Dengan demikian, sedikit yang dapat dipahami bersama bahwa teladan atau pun keteladananlah yang bisa dapat menjadi dorongan, batu loncatan perubahan atau lain hal sebagainya., dari teladan dan keteladanan. Hal ini pula yang menjaga keseimbangan yang terjadi pada bahtera kehidupan supaya selalu dapat mengarungi luasnya lautan yang takan ada habisnya juga ujungnya. Terpenting adalah pengimplementasian dari setiap apa yang di pelajari dan dipahami.

 

Penulis : Nurul Septyaningsih (Club Writer)

Oposisi ! Pengurangan Emisi Namun Deforestasi Tetap Beroperasi

Oposisi ! Pengurangan Emisi Namun Deforestasi Tetap Beroperasi

 

Tengah ramai di jagat media social, khususnya twitter mengenai pernyataan mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia pada media social twitter miliknya tanggal 04 November 2021. Dalam ulasan thread miliknya mengenai FoLU net carbon 2030, Ibu Siti Nurbaya Bakar menyinggung mengenai Deforestasi. Masyarakat menyoroti salah satu kalimat yang menggelitik “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi.”

Lalu apa sebenarnya Deforestasi? Mengapa pernyataan tersebut dapat muncul? Apa yang sebenarnya tengah dilakukan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan?

Sebelum kita menggali lebih lanjut, mari kita berkenalan dengan Emisi Karbon yang menjadi titik awal perbincangan ini. Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, seperti CO2, solar, LPJ, dan bahan bakar lainnya. Dalam arti sederhana, emisi karbon adalah pelepasan karbon ke atmosfer. Emisi karbon menjadi kontributor perubahan iklim bersama dengan emisi gas rumah kaca. Emisi gas yang berlebihan dapat menyebabkan pemanasan global atau efek rumah kaca. Hal ini mengakibatkan peningkatan suhu di bumi secara signifikan. Maka dari itu kementrian lingkungan hidup dan kehutanan membuat agenda FoLU Net Carbon Sink 2030 guna menegaskan komitmen mengendalikan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan sehingga terjadi netralitas karbon sektor kehutanan (diantaranya berkaitan dengan deforestasi) pada tahun 2030.

Lalu apa itu Deforestasi ?

Deforestasi adalah adalah suatu peristiwa hilangnya hutan alam beserta dengan atributnya yang diakibatkan oleh penebangan hutan. Penebangan hutan sendiri bertujuan mengubah lahan hutan menjadi non hutan, sedangkan menurut KBBI, deforestasi adalah kegiatan penebangan kayu komersial dalam skala besar. Tingginya angka deforestasi di Indonesia sangat berhubungan erat dengan permintaan lahan untuk konversi pertanian dan pertambangan. Jumlah hutan yang ada di dunia saat ini kurang lebih hanya tersisa 30% saja. Kondisi ini semakin diperparah dengan laju deforestasi yang setiap tahun berada pada angka 12-15 juta hektare. Di Indonesia sendiri, kawasan hutan masih mencakup lebih dari 50%. Sayangnya setiap tahun angka deforestasi terus meningkat. Setidaknya sejak tahun 2016 ada sekitar 500.000 hektar lahan deforestasi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Lalu mengapa kita tidak melakukan Zero Deforestation dalam agenda FoLU Net Carbon Sink 2030 ? Bukankah hal tersebut sangat membantu dalam mengurangi emisi karbon ?

Seperti yang kita tahu, Indonesia masih memiliki kawasan hutan sebanyak lebih dari 50% , pengelolaan hutan dengan baik adalah kunci, menurut mentri lingkungan hidup dan kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar “Memaksa Indonesia untuk zero deforestation di 2030, jelas tidak tepat dan tidak adil. Karena setiap negara memiliki masalah-masalah kunci sendiri dan dinaungi Undang-Undang Dasar untuk melindungi rakyatnya, Misalnya di Kalimantan dan Sumatera, banyak jalan yang terputus karena harus melewati kawasan hutan. Sementara ada lebih dari 34 ribu desa berada di kawasan hutan dan sekitarnya.”

Walau begitu, masih ada beberapa pendapat masyarakat dari segi lainnya, seperti deforestasi untuk kepentingan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang di nilai untuk kepentingan pribadi sangat tidak dibenarkan. Perizinan deforestasi pada hutan di Indonesia juga harus di perketat agar lingkungan kita bias tetap lestari dan perwujudan agenda FoLU Net Carbon Sink 2030 dapat terasa nantinya.

 

Penulis : Atikah Dhani Ayuningtyas (Club Writer)

TEOREMA X

Kegiatan Teladan Organisasi dan Regenerasi Mahasiswa Matematika 10 atau disingkat TEOREMA 10 adalah salah satu program kerja dari Departemen Ekspansi. Program kerja ini merupakan kegiatan kaderirasi lanjutan dari PBAK. TEOREMA 10 diselenggarakan pada hari Sabtu – Minggu, 9 – 10 Oktober 2021 dan Sabtu, 16 Oktober 2021 melalui Virtual Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta yang merupakan Mahasiswa/i Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2021.

Kegiatan TEOREMA 10 dimulai pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021. Peserta TEOREMA 10 mulai memasuki Virtual Zoom pada pukul 08.45 WIB. Dimulai dengan pembukaan oleh MC yaitu Gilang Islamay Putra dan Mahira Putri, lalu pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Sari Tilawah oleh Haickal Akbar dan Anisa Salsabila, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HIMATIKA. Hari pertama TEOREMA 10 pada pukul 09.20 WIB, diisi dengan sambutan-sambutan. Dimulai dari Ketua Pelaksana yaitu Nurjanah Triani, disambung dengan sambutan dari Fadlan Bima Hermawan sebagai Ketua HIMATIKA, kemudian sambutan dari BPO HIMATIKA yang diwakilkan oleh Maftuh Mashuri, dan sambutan terakhir oleh Ibu Dr. Suma’inna, M.Si selaku Kaprodi Matematika. Kemudian dilanjut dengan pemberian materi tentang Kehimatikaan oleh Ketua HIMATIKA yaitu Fadlan Bima Hermawan selama 1 jam. Selain menerima materi, peserta juga mendapatkan sesi tanya jawab mengenai materi  yang telah diberikan. Selanjutnya, sharing Kepanitiaan hingga pukul 12.00 oleh Sekretaris TEOREMA 10 yaitu Tamara Amelia Emaras. Setelah itu, break ISHOMA sampai pukul 13.00. Dimulai kembali dengan sharing kewirausahaan oleh Farras Yassar. Selain menerima sharing, peserta juga mendapatkan sesi tanya jawab.

 

Hari kedua TEOREMA 10, yaitu Sabtu, 10 Oktober 2021. Dibuka oleh MC pada pukul 09.00 WIB. Hari kedua ini diawali dengan pemberian materi tentang Teknik Persidangan oleh Lukman Hakim dari pukul 09.10 – 09.30 WIB, berlanjut dengan penampilan Video Teknik Persidangan beberapa kelompok serta, tanggapan dari pemateri dan sesi tanya jawab sampai pukul 10.20 WIB. Pada pukul 10.20 – 10.40 WIB, berlanjut dengan pemberian materi tentang Pengabdian Masyarakat. Disambung dengan presentasi dari masing-masing kelompok dan sesi tanya jawab peserta dengan pemateri yaitu Annisa Dewi hingga pukul 12.25 WIB.

 

Hari ketiga TEOREMA 10, dimulai pukul 09.20 WIB pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021. Dibuka oleh MC, dan dilanjut dengan penampilan dari angkatan 2021, 2020, 2019, 2018, hingga perkenalan dari alumni Matematika dari pukul 09.30 – 10.40 WIB. Acara dilanjut dengan pembagian kelompok peserta dan para tamu undangan melalui room breakout zoom, kemudian dimulainya Forum Group Discussion yang diisi oleh pengurus dan alumni. FGD ini bertujuan untuk melakukan sharing seputar tentang Matematika, baik dari pembelajaran, kepengurusan, hingga prospek pekerjaan. FGD berakhir pada pukul 11.40 WIB dan break SIHOMA hingga pukul 12.50. Selanjutnya pengumuman King & Queen, serta pengumuman kelompok peserta terbaik yang diumumkan oleh MC. Setelah pengumuman, berakhirlah acara pada pukul 13.20 WIB yang ditutup dengan do’a dan foto bersama.

Self Talk

Self talk

seni berbicara dengan diri sendiri

 

Pernah ga sih kalian berbicara dengan diri sendiri? Ketika bercermin, ketika sedang kesal, atau lainnya. Ehhh jangan salah loh.. Ternyata berbicara sendiri itu bukan suatu hal yang aneh dan merupakan hal yang wajar. Yapp!! Ia bernama self talk. Tidak hanya itu, self talk juga memiliki banyak manfaat lhoo.. Yuk kita bahas.!

Jadi, self-talk adalah dialog internal pada diri sendiri yang dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar dengan mengungkapkan pikiran, pertanyaan, serta gagasan, yang diucapkan dalam hati atau disuarakan secara lantang sehingga menjadi sugesti bagi diri sendiri.

Ada dua jenis self-talk yang mungkin paling dikenal, yakni instructional self-talk, seperti berbicara sendiri melalui tugas, dan motivation self-talk, seperti mengatakan pada diri sendiri, “Saya bisa melakukan ini.” Mungkin terdengar klise, namun memotivasi diri sendiri adalah salah satu cara terbaik untuk menggapai kesuksesan.

Melansir The Healthy, berikut ini manfaat lainnya dari berbicara sendiri:

Meringankan Rasa Kesepian

Berbicara kepada diri sendiri membantu mengurangi kesepian. Hal ini bisa menenangkan dan membantu mengisi tempat yang tenang dengan suara kamu sendiri saat tengah sendirian. Namun, kamu perlu khawatir jika kamu malah gemar berdebat dengan diri sendiri. Ini bisa menjadi indikasi perilaku abnormal yang perlu mendapatkan perawatan dari psikolog dan psikiater profesional.

Membuat Kamu Tetap Teratur

Berbicara pada diri sendiri misalnya tentang agenda harian akan memungkinkan kamu untuk tetap di jalur yang seharusnya. Penting untuk diketahui, pikiran hanya dapat memproses satu tugas pada satu waktu meskipun kamu berpikir bisa melakukan banyak tugas. Cobalah berbicara sendiri bisa sambil berjalan, mengemudi, atau menyiapkan makanan. Melakukan hal ini membantu pikiran kamu memilah-milah kekacauan hari itu, sehingga dapat memprioritaskan suatu hal dengan lebih baik.

Menghilangkan Stres

Karena berbicara kepada diri sendiri memungkinkan kamu untuk mengatur pikiran dan memprioritaskan kewajiban, maka pada gilirannya kamu akan menjadi lebih rileks, terhindar dari stres dan dapat mengikuti arus.Selain itu, berbicara kepada diri sendiri mampu mempersiapkan diri untuk masa-masa sulit dalam hidup, seperti percakapan dengan orang yang dicintai, kolega, atau bos. Entah melatih pembicaraan apa yang kamu katakan, atau mendengar kata-kata yang kiranya akan keluar dari mulut, beberapa hal ini bisa kamu lakukan. Hal ini memungkinkan kamu mampu menghadapi situasi sulit dengan keberanian dan percaya diri.

Menumbuhkan Kemandirian

Mereka yang berbicara kepada diri mereka sendiri dapat mencari ke dalam diri mereka sendiri ketika mereka membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalah. Sementara orang yang tidak gemar berbicara sendiri mungkin secara otomatis menceritakannya ke kolega atau orang lain untuk mendapatkan bantuan.

4. Membantu diri untuk mengambil sisi positif dari suatu peristiwa

Positive self-talk bukan berarti membohongi diri sendiri, ya. Cara ini dilakukan agar seseorang terbiasa untuk melihat segala peristiwa dalam sudut pandang positif.
Misalnya, ketika peristiwa buruk terjadi karena kesalahanmu, melakukan positive self-talk akan membantu kamu untuk mengambil sisi positif dari peristiwa tersebut. Ke depannya, kamu bisa belajar dari kesalahan dan melakukannya dengan lebih baik, bukannya berhenti di tempat dan menyesali apa yang sudah terjadi di masa lalu.

5. Membangun kekuatan mental
Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang yang melakukan positive self-talk cenderung lebih kuat secara mental sehingga lebih terhindar dari kecemasan, stres, dan depresi. Positive self-talk juga dapat membuat seseorang lebih menghargai badan dan penampilannya, sehingga mencegah atau bahkan mengatasi gangguan makan. Selain itu, orang dengan mental yang kuat juga akan mampu berpikir secara jernih dalam menghadapi kesulitan atau tantangan yang dialami. Hal ini membuat mereka tidak mudah terpuruk ketika mendapatkan cobaan.

6. Menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan

Selain menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup, positive self-talk juga berdampak baik bagi kesehatan fisik kamu, lho. Kebiasaan ini membuat tubuh menjadi lebih bugar dan mencegah kamu terkena penyakit kardiovaskular. Selain itu, daya tahan tubuh juga dapat lebih kuat dengan sering melakukan positive self-talk.
Selain berbagai manfaat di atas, positive self-talk juga bisa dilatih pada anak-anak. Langkah ini bahkan bisa menjadi salah satu cara untuk membimbing anak agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan juga mencegah terbentuknya sifat perfeksionis.

Wah banyak sekali ya sobat manfaatnya. Yuk kita coba praktikkan!

 

Penulis : Nurjanah Triani (Club Writer)

Bakti HIMATIKA 2021

Hari Minggu, 17 Oktober 2021 telah diadakan Bakti Himatika. Dimulai dari seluruh panitia dan volunteer dihimbau untuk berkumpul di Warung Nasi Ibu Ajeng pada pukul 09.00 WIB.  Sekitar pukul 09.30 WIB, makanan yang dipesan selesai dibuat. Setelah itu, pada pukul 09.30 WIB menyiapkan nasi box untuk dimasukkan ke dalam plastik berisi masing-masing 1 box nasi beserta air mineral botol. Lalu persiapan selesai pada pukul 10.00 WIB.

Pada pukul 10.00 WIB, dilakukan pembagian tim distribusi. Tim pembagian dibagi menjadi 3 kelompok yang berkeliling dan 1 kelompom yang berjaga di meeting point. Kelompok yang berkeliling dibagi menjadi 3 tujuan, ada yang ke arah pondok ranji, pasar ciputat, dan domino. Setelah pembagian tim, dilakukan doa bersama agar pembagian berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala.

Pada pukul 10.15 WIB, kelompok yang berkeliling memulai pembagiannya. Setiap kelompok membawa 10 nasi box terlebih dahulu dan akan mengambil lagi ke meeting point jika nasi box yang dibawa sudah habis. Pada pukul 12.00 semua kelompok pembagian sudah selesai membagikan nasi box nya, sehingga berkumpul kembali ke meeting point. Setelah itu dilakukan dokumentasi kegiatan dan bersiap-siap pulang.

           

           

Selusin tuntutan rakyat, Seruan BEM SI menuntut janji presiden.

Selusin tuntutan rakyat, Seruan BEM SI menuntut janji presiden.

Tidak terasa masa pemerintah presiden Joko Widodo dan wakil presiden Ma’aruf Amin, menjelang tahun terakhir. Selama dua periode menjabat sebagai presiden Indonesia, Jokowi sudah menjanjikan banyak hal untuk kehidupan bangsa yang lebih baik. Namun, apakah semua janji terealisasikan dengan sempurna? Ataukah sebaliknya?

Pada hari Kamis, tanggal 21 Oktober 2021, aliansi badan eksekutif mahasiswa seluruh Indonesia atau BEM SI mengadakan aksi “Geruduk Istana Negara” dalam rangka memperingati 7 tahun Jokowi menjabat.

Presiden Joko Widodo dalam visi Indonesia telah melupakan 20% janjinya untuk mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan dalam memimpin Indonesia periode 2019-2024.

“Tahun pemerintahan Jokowi banyak permasalahan yang diperbincangkan, banyak janji-janji kampanye yang harus dipenuhi,” kata Koordinator Media BEM SI 2021 Muhammad Rais dalam keterangannya, Rabu (20/10).

Aksi ini berisi seruan selusin tuntutan rakyat yang menjadi evaluasi kinerja presiden Joko Widodo dalam menjabat.

Adapun 12 tuntutan ini terdiri dari :

1. Menuntut dan medesak pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti yang mengajukan Undang-Undang (U) No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

2. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap masih relatif rendah.

3. Menuntut dan mendesak Pemerintah untuk mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam negeri tanpa menjadikan utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan pembangunan negara.

4. Wujudkan kebebasan sipil yang luasnya sesuai dengan amanat konstitusi dan keamanannya setiap orang atas hak berpendapat dan mengemukakan pendapat serta menghadirkan evaluasi reformasi di instansi Polri.

5. Wujudkan supremasi hukum dan HAM yang berkeadilan, tidak tebang pilih dan tuntaskan HAM masa lalu.

6. Berhentikan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, batalkan TWK, hadirkan perppu atas UU KPK no. 19 tahun 2019, serta kembalikan marwah KPK bisa dikembalikan sebagai realisasi janji Jokowi dalam memberantas korupsi.

7. Menuntut pemerintah memberikan afirmasi kepada guru PPPK yang berusia di atas 35 tahun dan masa pengabdian lebih dari 10 tahun setelah kelulusannya bisa diprioritaskan serta langsung mengangkat guru honorer yang berusia di atas 50 tahun.

8. Menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari peningkatan kualitas guru maupun pemerataan sarana dan infrastruktur penunjang pendidikan.

9. Menuntut Pemerintah untuk mengembalikan independensi Badan Standar Nasional Pendidikan.

10. Mendesak Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan Perppu yang menerapkan UU No 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

11. Mendesak pemerintah untuk segera memenuhi bauran energi dan segera melakukan percepatan transisi energi kotor menjadi energi baru terbarukan.

12. Penegasan UU Pornoggrafi sebagai regulasi hukum untuk menangani konten pornografi yang berdampak pada maraknya kasus-kasus seksual.

Pada pukul 11.30, dalam menyeruakan aspirasinya, mahasiswa melakukan longmarch dari titik kumpul ke istana negara dan hanya sampai di patung kuda Jakarta. Pukul 14.00, massa aksi bernegosiasi dengan pihak istana agar dapat bertemu Presiden. Namun ternyata Presiden sedang berangkat ke Kalimantan Selatan. Pukul 15.00, pihak istana mengabarkan massa aksi dapat bertemu pak Moeldoko selaku perwakilan dari pihak istana negara.

Pada pukul 16.30, pak Moeldoko menemui massa aksi di titik aksi. Pukul 17.00, koordinator pusat BEM SI menyampaikan selusin tuntutan rakyat dan menyerahkan kajian kepada pihak istana. Pukul 17.30, pak Moeldoko menandatangani 12 tuntutan rakyat dan menerima kajian dari aliasi BEM SI. Terakhir, pukul 17.45, massa aksi yang tergabung dari seluruh Bem Indonesia membubarkan diri dengan damai.

Sepatu Robek

Sepatu Robek

 

Kaki kecil ni terus melangkah
Menyusuri jalan terjal, tebing mengintai
Pegal terasa begitu tak terkira
Tapi semangat memaksa untuk tiba

Panorama sawah tersaji dalam hamparan permadani
Keindahan terdifinisi, sungguh besar karya Illahi
Tanah becek yang ku lalui, begitu asyik sendiri
Kerikil tajam hampir melukai kaki

Pesona daun hijau nan segar seakan menjadi penawar
Aku tak mau terlihat muram saat aku terus berlayar
Ku tertawa riang, angin membalas dengan perlahan
Aku harus semangat, tutur kataku dengan lantang

Keterbatasan bukan penghalang langkah
Hikayat meraih mimpi harus kutuntaskan sudah
Cita-cita yang terdeklarasi di dinding kamarku, akan ku tandatangani
Walau sepatu ini terus merobek diri

 

Penulis : Herman (Club Writer)

Sleep Paralysis

Hai haiii,

Siapa di sini yang pernah terbangun dari tidur dengan keadaan tubuh yang tidak bisa digerakkan? Kemudian sering kali juga ketika kita terbangun, kita melihat sosok aneh di sekitar kita? eitsss, tenaang…

Fenomena tersebut wajar terjadi dan itu disebut juga sebagai,

“Sleep Paralysis”

atau kalau orang Indonesia bilang biasa disebut tindihan.

Menurut The American Sleep Disorder Association (1990), Sleep Paralysis adalah keadaan transisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara untuk bereaksi, bergerak atau berbicara ketika tertidur (hypnagogic) atau saat bangun dari tidur (hypnopompic). Sleep Paralysis ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk menggerakkan otot saat tidur.

Menurut penelitian, “20 – 45% dari kita setidaknya pernah mengalami Sleep Paralysis sekali dalam hidup kita”.

Nah, pada fenomena ini sering dianggap sebagai fenomena mistis. Padahal Sleep Paralysis sebenarnya terjadi karena mekanisme otak dan tubuh sedang tumpang tindih dan tidak berjalan selaras saat kita tertidur, sehingga bisa menyebabkan kita terbangun di tengah-tengah fase REM. Fase REM ini adalah fase ketika kita sedang asik bermimpi, pada fase ini juga otak kita sedang mengistirahatkan otot-otot tubuh kita. Jadi, ketika kita terbangun tiba-tiba sebelum fase REM selesai, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dalam kondisi setengah tidur dan setengah sadar. Itulah sebabnya kita akan mengalami ‘kelumpuhan’ sementara.

Misalnya, gara-gara tukang nasi goreng langganan yang malam-malam berisik teriak-teriak pelanggan sehingga kita terbangun. Akibatnya terjadi Sleep Paralysis, di mana kita terbangun sadar, tetapi kita tidak bisa bergerak sama sekali. Belum lagi dibayang-bayangi oleh halusinasi yang tidak jelas yang sebetulnya hasil halusinasi dari mimpi kita sendiri.

Tidak hanya orang Indonesia saja lho yang mengalami fenomena tersebut, Sleep Paralysis itu sendiri sudah dikenal luas dalam sejarah peradaban seluruh dunia. Contohnya, seperti dalam legenda masyarakat Scandinafia yang menganggap Sleep Paralysis perbuatan sebuah makhluk cilik yang bernama Mare.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami Sleep Paralysis :

  • Kurang tidur
  • Gangguan mental

Nah, kemudian ada juga gejala dari Sleep Paralysis :

  • Sulit bernapas karena dada terasa sesak
  • Berhalusinasi seolah-olah seperti ada sesuatu di dekatnya
  • Merasa ketakutan

Menurut jurnal Gilliam (2008), keadaan Sleep Paralysis ini bisa terjadi selama beberapa menit hingga dua puluh menit. Setelah itu, kita akan bisa kembali bergerak dan berbicara seperti biasa, walaupun mungkin masih tersisa sedikit rasa tidak nyaman untuk kembali tidur.

Jadi, kalau kamu sering mengalami Sleep Paralysis berusahalah untuk tetap tenang, jangan panik, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan sebanyak beberapa kali dan pastinya jangan lupa membaca do’a terlebih dahulu sebelum tidur yaaaa!

_____________

Selesai sampai sini, terima kasih teman-teman yang sudah membaca!! ^^

 

Penulis : Alfina Nur Safitri (Club Writer)

TETA 2021

Hari Sabtu, 25 September 2021 acara Training Matematika (TETA) dilaksanakan. Acara Training Matemarika ini termasuk salah satu program kerja dari Departemen Prisma HIMATIKA UIN Jakarta yang merupakan suatu rangkaian acara workshop yang  membahas dan mengulik program Excel disertai dengan penugasan berdasarkan materi yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebelum acara dimulai, seluruh peserta dihimbau untuk memasuki room zoom yang telah disediakan. Kemudian acara dimulai dengan pembukaan MC yaitu Zahra Maulidia, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Najib Ridho Sandika.

 

Setelah itu sambutan dari Ketua Pelaksana TETA 2021 Nindi Rahmawati dan Ketua HIMATIKA yang diwakili oleh Wakil Ketua HIMATIKA yaitu Raffy Revanza, dan dikarenakan Kepala Prodi Matematika Ibu Dr. Suma’inna, M.Si. yang hadir terlambat sehingga pembukaan acara diwakilkan oleh Wakil Ketua HIMATIKA Raffy Revanza. Setelah itu, absensi untuk para tamu undangan dibagikan di room chat.

 

Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan materi dan pembacaan CV pemateri oleh moderator Achmad Reza Fachruroji. Setelah itu pemaparan materi oleh Ibu Yuli Eka Puti. Setelah sesi pemaparan materi selesai dilanjutkan oleh sesi tanya jawab. Kemudian, acara dilanjutkan dengan games dan pemberian informasi sekaligus menghimbau kepada para peserta untuk mengisi daftar hadir.

       

 

Sebagai penutup dilaksanakan pembacaan doa penutup oleh Haickal Akbar kemudian dilanjutkan oleh sesi penutupan serta foto bersama.

Distimia

Haloo sobat Per-HITUNG-an


Seperti yang kita tau 3 hari lagi atau tepatnya tanggal 10 Oktober adalah Hari Kesehatan Mental Sedunia,  nahh pada kesempatan kali ini saya ingin membahas salah satu gangguan mental yang biasanya penderita nya sulit untuk menyadari dan kebanyakan orang jarang yang mengerti dan tidak tau cara mengatasi nya, serta masih banyak orang yang kurang faham untuk bagaimana menghadapi orang orang yang terdiagnosa. Kali ini saya akan membahas tentang Distimia.

 

Apasih Distimia itu?

Distimia atau yang disebut juga Persistent Depressive Disorder (PDD) adalah bentuk depresi kronis jangka panjang. Orang yang mengalami distimia mungkin akan kehilangan minat untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari, merasa putus asa, kurang produktif, dan rendah diri.

Orang yang mengalami gangguan depresi persisten atau distimia sulit untuk merasa senang, bahkan pada saat-saat bahagia sekalipun. Pengidap digambarkan memiliki kepribadian yang suram, terus menerus mengeluh dan tidak mampu bersenang-senang. 

Meskipun distimia biasanya tidak separah depresi berat, tetapi perasaan depresi yang dialami oleh pengidap distimia dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan dapat secara signifikan menyebabkan masalah dalam hubungan pengidap, sekolah, pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.

 

Menurut Penelitian penyebab Distimia dapat terjadi dari berbagai aspek, contoh nya adalah :

  • Perbedaan Biologis. Orang dengan gangguan depresi persisten mungkin mengalami perubahan fisik pada otak mereka. 
  • Kimia Otak. Neurotransmitter adalah bahan kimia otak yang muncul secara alami yang kemungkinan berperan dalam depresi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan pada fungsi dan efek neurotransmitter ini, serta interaksi mereka dengan neurocircuits yang terlibat dalam menjaga stabilitas suasana hati berperan penting dalam terjadinya depresi dan perawatannya.
  • Sifat Bawaan. Distimia nampaknya lebih sering terjadi pada orang yang kerabat dekatnya juga memiliki kondisi tersebut. Namun, para peneliti masih berusaha menemukan gen yang mungkin terlibat dalam menyebabkan depresi.
  • Peristiwa Kehidupan. Seperti halnya depresi berat, peristiwa berat seperti kehilangan orang yang dicintai, masalah keuangan, atau tingkat stres yang tinggi dapat memicu gangguan depresi persisten atau distimia pada beberapa orang.

 

Nah bagaimana cara kita mengetahui Gejala dari Distimia ini? Disini aku akan menjelaskan sedikit yaa teman teman.

Gejala distimia biasanya datang dan pergi selama beberapa tahun yang intensitasnya bisa berubah seiring waktu. Namun, biasanya gejala dapat bertahan selama lebih dari dua bulan sekaligus. Selain itu, episode depresi mayor dapat terjadi sebelum atau selama distimia, kadang-kadang kondisi ini disebut depresi ganda.

Gejala distimia juga bisa menyebabkan gangguan yang signifikan, contohnya:

  • Tidak berminat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Merasa sedih, hampa, dan terpuruk.
  • Merasa putus asa.
  • Merasa lelah dan tidak berenergi.
  • Rendah diri, sering mengkritik diri sendiri, dan merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa.
  • Mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat keputusan.
  • Mudah marah dan dapat marah secara berlebihan.
  • Menjadi kurang aktif, dan produktivitas menurun.
  • Menghindari kegiatan sosial.
  • Merasa bersalah dan khawatir tentang masa lalu.
  • Nafsu makan menurun, atau sebaliknya, meningkat secara drastis.
  • Mengalami masalah tidur.
  • Pada anak-anak, gejala distimia dapat berupa perasaan depresi dan mudah marah.

 

Kalo kamu mengalami gejala-gejala distimia seperti di atas, sebaiknya jangan dibiarkan saja. Segera cari bantuan dari tenaga profesional untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, sehingga kamu dapat beraktivitas dengan normal kembali. 

 

Setelah Kita tau pengertian, penyebab dan gejalanya, sekarang aku akan menjelaskan tentang bagaimana upaya kita untuk mengobati apabila kita merasakan gejala gejala 

  • Pemberian Obat-Obatan. Gangguan depresi kronis pada pengidap Persistent Depressive Disorder (PDD), dapat diobati dengan memberikan antidepresan. Kembali lagi, pemberian obat akan tergantung pada intensitas keparahan yang dialami oleh pengidap, sesuai dengan umur, serta berat badan pengidap. Setelah dokter meresepkan obat tertentu, gunakan dalam dosis yang tepat. Jangan menambah atau bahkan berhenti tanpa konfirmasi terlebih dulu, karena akan memperparah gejala yang muncul.
  • Menjalani Psikoterapi. Selain mengonsumsi obat-obatan, mengobati distimia dapat dilakukan dengan menjalani psikoterapi atau terapi bicara dengan psikolog atau psikiater yang telah menangani Persistent Depressive Disorder (PDD) yang kamu alami. Pengidap juga dianjurkan untuk menjalani terapi kognitif perilaku. Menjalani psikoterapi bisa menjadi pilihan pengobatan utama yang direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja saat mengalami Persistent Depressive Disorder (PDD). Namun kembali lagi, terapi yang akan dilakukan tergantung pada individu masing-masing. Secara umum, psikoterapi dilakukan untuk mengungkapkan pikiran, perilaku, serta emosi yang bisa memperparah gejala yang muncul.
  • Jalani Pola Hidup Sehat jasmani maupun rohani. Di samping mengonsumsi obat dan melakukan psikoterapi, langkah mengobati distimia juga perlu didukung dengan pola hidup sehat untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Pola hidup sehat yang dianjurkan adalah mencukupi waktu tidur, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, jangan mengonsumsi alkohol, serta selalu mengungkapnya apapun yang kamu rasakan pada orang terdekatmu.

 

Distimia bukanlah gangguan depresi yang dapat hilang begitu saja. Jadi, jangan abaikan jika gejala muncul, dan carilah bantuan medis segera. Distimia dapat ditangani melalui pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Karena bersifat kronis, mengatasi gejala distimia dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan melakukan kombinasi terapi bicara (psikoterapi) dan obat-obatan, distimia dapat diobati.

Itulah dia teman teman penjelasan tentang Distimia, bisa kita lihat betapa pentingnya kesehatan mental untuk keberlangsungan kehidupan kita, oleh karena itu marilah mulai dari sekarang sayangi dirimu, karena kamu dan kita semua berhak bahagia. Selamat hari kesehatan mental dunia <3

 

Penulis : Raka Pratama (Club Writer)